Gigabyte Diboikot Usai Ejek Barang China Berkualitas Rendah

Gigabyte Diboikot Usai Ejek Barang China Berkualitas Rendah

Adi Fida Rahman - detikInet
Jumat, 14 Mei 2021 07:31 WIB
Gigabyte
Gigabyte diblokir di China. Foto: dok PCMag
Jakarta -

Perusahaan pembuat hardware komputer asal Taiwan, Gigabyte, jadi sasaran boikot di China daratan. Hal tersebut terjadi usai mereka mengejek barang China berkualitas rendah.

Dalam sebuah iklan untuk seri laptop terbarunya yang kini telah dihapus di situsnya, Gigabyte sesumbar kalau mereka bersikeras membuat produknya di Taiwan karena kontrol kualitas yang ketat.

"Tidak seperti merek lain yang memilih manufaktur kontrak berbiaya murah dan berkualitas rendah di China, Gigabyte Technology berkomitmen untuk memproduksi komponen dan laptop yang sangat baik dan berkinerja tinggi," bunyi iklan itu. "Sebagai produsen laptop dan komponen yang berbasis di Taiwan, kami memastikan bahwa 90 persen laptop kami dibuat secara lokal di Taiwan."

Promosi tersebut menarik perhatian Liga Pemuda Komunis China, yang memposting tangkapan layar iklan di situs mikroblogging Weibo, dengan teks: "Gigabyte, siapa yang memberimu begitu banyak keberanian?"

Postingan Liga PemudaPostingan Liga Pemuda Komunis China Foto: SCMP

Liga Pemuda, yang memiliki hampir 16 juta pengikut di Weibo, telah lama memposisikan dirinya sebagai pendukung patriotisme di media sosial China. Pada bulan Maret, mereka mengkritik merek pakaian Swedia H&M karena penolakannya untuk membeli kapas dari Xinjiang, di mana pemerintah China dituduh terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia.

Gigabyte, yang telah memiliki pabrik di Ningbo, pusat industri China timur sejak 2003, meminta maaf tidak lama kemudian. Perusahaan tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka selalu mendukung prinsip "Satu China" - sikap politik yang didukung oleh Beijing yang mengakui China daratan dan Taiwan sebagai bagian dari sebuah negara.

"Beberapa konten yang baru-baru ini dipublikasikan di situs resmi kami sangat tidak sesuai dengan fakta, suatu kejadian yang disebabkan oleh manajemen internal yang buruk oleh perusahaan," kata Gigabyte dalam posting Weibo . "Kami memiliki jalur produksi di seluruh daratan China, yang menyumbang 90 persen dari produksi kami. Gigabyte bangga dengan kualitas manufaktur China."

Sayangnya permintaan maaf tersebut gagal memadamkan kemarahan online.

"Anda tidak memiliki kesempatan lagi," komentar salah satu pengguna Weibo di postingan Gigabyte. "Serius, jangan sia-siakan energimu. Anda telah melewati garis merah dari pemerintah pusat. "

Tidak sampai di situ saja, selang tak berapa lama produk Gigabyte menghilang dari sebagian besar platform e-commerce China. Pencarian kata kunci untuk "Gigabyte" tidak membuahkan hasil di JD.com dan Suning. Toko Gigabyte resmi di Tmall, pasar online yang dijalankan oleh Alibaba Group Holding, tidak memiliki daftar produk, demikian dilansir dari South China Morning Post.



Simak Video "Tokopedia Tawarkan 2 Program untuk Peserta Program Kampus Merdeka"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)