Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pertajam Marketing, Indosat Rotasi Direksi

Pertajam Marketing, Indosat Rotasi Direksi


- detikInet

Jakarta - PT Indosat Tbk akan melakukan rotasi internal di jajaran direksi dalam rangka mempertajam divisi pemasarannya. Rotasi ini hanya berupa pergeseran posisi dan tidak ada penggantian.Khusus untuk menangani pemasaran ini, Indosat menempatkan tiga direksinya. Di barisan ini terdapat Wityasmoro Sih Handayanto yang semula menjabat Planning & Project Development Director kini menjadi Direktur Regional.Wahyu Wijayadi yang kini sebagai Corporate Market Director menjadi Direktur Marketing, dan Johny Swandi Sjam yang menjabat Consumer Market Director menjadi Direktur Jabotabek dan Corporate Sale. Sedangkan posisi direksi lainnya tetap.Indosat juga akan memperkuat pemasaran di Jabotabek dengan membagi wilayah pemasaran daerah ini menjadi 7 area yang semula hanya 5.Namun pembahasan rotasi internal itu hingga kini belum final, sehingga belum bisa diumumkan ke publik."Masih belum ada perubahan direksi, kalaupun ada nanti akan diumumkan," kata Vice President Public Relations Indosat, Adita Irawati ketika dihubungi Kamis (9/3/2006).Adita mengaku sama sekali tidak tahu soal rencana rotasi direksi ini. Apakah akan dibahas dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) atau tidak."Wah saya tidak tahu soal itu," ujarnya.Sementara analis pasar modal, Edwin Sinaga mengatakan, saat ini Indosat memang perlu melakukan penajaman divisi pemasaran. Dia menilai, divisi pemasaran Indosat kurang digenjot karena selama ini masih berkutat pada masalah pembangunan infrastruktur."Apalagi kompetisi bisnis telekomunikasi kian ketat, sehingga harus memperkuat brand-nya di masyarakat untuk meningkatkan pelanggannya," kata Edwin.Diakui Edwin, dari sisi pemasaran PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) lebih agresif ketimbang Indosat. Sehingga perusahaan plat merah ini masih penjadi pemimpin di pasar seluler dan CDMA di Indonesia."Tapi ke depan pertumbuhan Indosat juga sangat potensial dan bisa mengalahkan Telkom," ujarnya.Meski sejumlah investor asing melakukan down grade terhadap saham telekomunikasi dengan alasan pasarnya sangat ketat, namun Edwin melihat prospek saham telekomunikasi masih sangat layak dikoleksi investor."Saham telekomunikasi itu cukup menjanjikan, apalagi untuk jangka panjang," cetusnya. (ir) (wicak/)






Hide Ads