Mirip Google, Huawei Kini Garap Software dan Cloud

Mirip Google, Huawei Kini Garap Software dan Cloud

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 26 Apr 2021 17:36 WIB
LAS VEGAS, NV - JANUARY 09:  The Huawei logo is display during CES 2018 at the Las Vegas Convention Center on January 9, 2018 in Las Vegas, Nevada. CES, the worlds largest annual consumer technology trade show, runs through January 12 and features about 3,900 exhibitors showing off their latest products and services to more than 170,000 attendees.  (Photo by David Becker/Getty Images)
Foto: David Becker/Getty Images
Jakarta -

Huawei mengalihkan fokus bisnisnya ke area software, seperti cloud computing dan mobil pintar karena bisnis hardwarenya terus ditekan lewat berbagai sanksi dari Amerika Serikat.

Peralihan fokus ini terlihat dari beberapa produk Huawei yang dirilis belakangan. Seperti sistem mobil otonom yang dipakai oleh Arcfox, perusahaan pembuat mobil di bawah BAIC Group, yang merilis mobil dengan OS HarmonyOS, lengkap dengan teknologi mobil otomon garap raksasa asal China itu.

Huawei memang tak membuat mobil pintar, namun mereka fokus pada teknologi yang ada di balik mobil pintar tersebut, demikian dikutip detikINET dari CNBC, Senin (26/4/2021).

Kemudian sebelumnya Huawei juga merilis beberapa produk cloud computing baru untuk bersaing dengan pemimpin pasar di China, yaitu Alibaba. Harapannya adalah bisnis baru ini bisa meningkatkan proporsi pemasukan dari bisnis software dan layanan dalam pemasukan total Huawei.

"Nantinya hal ini akan meningkatkan proporsi dari bisnis software dan layanan kami dalam gabungan pemasukan total," tulis Huawei dalam pernyataan resminya.

Seperti diketahui, bisnis Huawei beberapa waktu belakangan memang tertekan. Yaitu karena berbagai sanksi yang mereka terima dari pemerintah AS, seperti masuknya nama mereka dalam Entity List, daftar perusahaan yang tak boleh berbisnis dengan perusahaan asal AS, juga tak bisa menggunakan teknologi asal Negeri Paman Sam tersebut.

"Huawei melipatgandakan peralihannya menjadi perusahaan software/cloud dan layanan. Dengan langkah seperti ini Huawei berubah menjadi seperti Google," ujar Neil Shah, direktur penelitian di Counterpoint Research.

Google adalah perusahaan yang ada di balik Android, sistem operasi paling banyak dipakai di ponsel pintar di seluruh dunia. Mereka juga menggarap software untuk mobil pintar, serta bisnis cloud computing yang bertumbuh sangat cepat.

HarmonyOS ini tampaknya akan menjadi 'Android-nya' Huawei, karena didesain untuk bisa dipakai di bermacam perangkat, dari mulai ponsel, TV, sampai mobil. Namun di ranah bisnis baru ini Huawei juga akan mendapat tantangan dari beberapa perusahaan China yang sudah menggarap sektor ini.

Contohnya Alibaba yang merupakan pemimpin pasar untuk bisnis cloud computing di China, sementara di sektor mobil pintar, ada sejumlah perusahaan yang sudah hadir lebih dulu, seperti Baidu, ataupun pemain baru seperti Xiaomi yang baru-baru ini menyatakan minatnya di sektor ini.



Simak Video "Sederet Kelebihan Huawei Band 6 yang Baru Dirilis"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)