Open Source Usik Pasar Software Database Berbayar

Open Source Usik Pasar Software Database Berbayar

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 26 Apr 2021 11:51 WIB
Close up photo of men using phone and laptop in the office
Foto: Getty Images/iStockphoto/Jokic
Jakarta -

Seiring kian canggih dan semakin banyak pengguna software database berbasis open source, nama-nama besar di pasar ini mulai memperhitungkan eksistensi software tersebut. Bahkan, mereka berupaya mengakomodir kemudahan integrasi software mereka dengan open source.

"Perusahaan penyedia solusi teknologi informasi berbasis open source, menjelaskan bahwa kini banyak perusahaan besar telah banyak mengadopsi aplikasi open source. Hal ini dipicu salah satunya karena mulai banyak kesadaran perusahaan tersebut akan kerepotan yang ditimbulkan vendor lock-in," kata CEO Equnix Business Solutions Julyanto Sutandang lewat keterangan tertulisnya, Senin (26/4/2021).

Dalam mengimplementasikan teknologi berbasis open source tersebut, khususnya untuk database transactional, banyak industri menggunakan PostgreSQL, salah satu solusi yang ditawarkan Equnix. PostgreSQL diklaim mampu menangani transaksi dalam jumlah besar secara bersamaan (high concurrency and high performance transaction system), serta memiliki fitur-fitur enterprise yang sangat dibutuhkan industri.

Disebutkan Julyanto, tren global juga menunjukkan bahwa perusahaan kelas dunia memanfaatkan PostgreSQL untuk sistem data base-nya. Indikator lain bahwa kekuatan open source semakin diperhitungkan adalah ketika software berbayar semakin terbuka untuk terintegrasi dengan open source.

Sebut saja kehadiran software GoldenGate milik Oracle sebagai salah satu contohnya. PostgreSQL jadi incaran raksasa software tersebut, karena sudah banyak digunakan di kalangan industri bisnis terkemuka seperti perbankan dan telekomunikasi.

PostgreSQL dikembangkan lebih dari 30 tahun oleh komunitas global yang terdiri dari ribuan pengguna, kontributor, perusahaan, dan organisasi. Sehingga banyak perusahaan berpindah ke PostgreSQL karena berbagai keunggulan yang ditawarkan.

Barangkali itulah yang mengusik perusahaan software manajemen database berbayar sehingga mau tidak mau harus merangkul PostgreSQL untuk terintegrasi, bahkan kompatibel dan berjalan di layanan mereka.

Kekuatan open source

Julyanto mengklaim, penggunaan PostgreSQL menjanjikan keandalan, stabilitas tinggi berkat arsitektur enterprise yang sudah teruji dalam industri, memiliki economic scale yang tinggi, tidak hanya dari segi biaya akuisisi dan operasi, tetapi juga Total Cost of Ownership (TCO) secara keseluruhan, termasuk hilangnya kerumitan perawatan, risiko support yang tidak memiliki kompetensi (PostgreSQL didukung secara profesional serta memiliki dukungan sumber daya ahli yang teruji), dan risiko lainnya yang dapat berdampak pada bisnis.

Di luar semua keunggulan itu, yang jauh tak kalah pentingnya dari penggunaan software open source menurut Julyanto adalah kemandirian. Ia mengatakan, dengan menggunakan open source, kitalah pemilik dari software tersebut, tidak ada ketergantungan terhadap entitas lain, tidak ada paksaan maupun kepasrahan karena tidak memiliki pilihan.

"Dengan kata lain, software open source telah memberikan kebebasan, pilihan, keterbukaan, kemerdekaan, tanpa ada ketergantungan terhadap vendor. Apalagi, saat ini open source mulai banyak menjadi solusi alternatif di banyak infrastruktur teknologi informasi dan memberikan penghematan biaya lebih baik, secara terhitung maupun yang tidak terhitung," tutupnya.



Simak Video "Fakta Medali Olimpiade Tokyo 2020 yang Terbuat dari Limbah Elektronik"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)