Misteri Pony Ma, Rival Jack Ma Berduit Rp 866 Triliun

Misteri Pony Ma, Rival Jack Ma Berduit Rp 866 Triliun

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 25 Mar 2021 16:49 WIB
Jack Ma Ma Huateng
Pony Ma bersama Jack Ma. Foto: Reuters
Jakarta -

Ma Huateng yang lebih sering dipanggil Pony Ma, adalah salah seorang pebisnis paling berhasil di China. Ia mendirikan Tencent yang sekarang adalah raksasa teknologi. Namun sosok pria yang kerap disebut rival Jack Ma ini sedikit banyak diliputi misteri.

Layanan Tencent WeChat sampai game Honour of Kings sangat populer di Negeri Tirai Bambu. Tapi di tengah sukses perusahaannya itu, Huateng jarang tampil ke publik atau berkisah tentang hidupnya. Hal itu sangat berbeda dari Jack Ma yang gemar tampil dan berbicara, Pony Ma adalah sosok low profile.

Istri Pony Ma yang bernama Wang Danting, juga sama jarangnya muncul seperti suaminya. Konon, Ma dan Wang kenalan melalui chatting di pesan instan buatan Ma, QQ. Setelah 3 bulan chatting, barulah mereka bertemu, saling cinta, dan memutuskan untuk menikah.

Ia beberapa kali jadi orang terkaya China, bersaing dengan Jack Ma. Saat ini, Pony Ma berada di posisi kedua dengan harta diestimasi Forbes sekitar USD 60 miliar atau di kisaran Rp 866 triliun.

Dihimpun detikINET dari berbagai sumber, Kamis (25/3/2021) Pony Ma lahir di distrik Chaoyang, Shantou pada 49 tahun lalu. Ayahnya manajer pelabuhan di Shenzen. Dia kuliah di Shenzen University dan lulus pada tahun 1993 dari jurusan Ilmu Komputer.

Pony Ma bersama beberapa rekannya lantas mendirikan Tencent pada tahun 1998. Perusahaan itu terus merugi pada 3 tahun pertama dan mengandalkan pendanaan dari pemodal.

Produk pertama mereka yang sukses besar adalah layanan pesan instan QQ, yang langsung menjadi sumber pemasukan utama Tencent. Kemudian mereka merambah dunia game dengan judul-judul populer seperti CrossFire, Dungeon Fighter Online sampai League of Legends. Pony Ma pun kian sukses.

Halaman selanjutnya: sepak terjang Tencent...

Sepak terjang Tencent

Tencent terus agresif berinvestasi dan mengembangkan produk sendiri. WeChat buatan Tencent kini adalah layanan messaging terbesar di China, sangat populer di sana sebagai sarana pembayaran.

"Tak berlebihan jika produk-produk Tencent berpengaruh pada kehidupan sekitar semiliar penggunanya di China. Di gaming, messaging, bank dan lainnya, Tencent membuat dirinya tak tergantikan," sebut Robert Hackett dari Fortune.

Tencent rajin pula mencari peluang di mancanegara, termasuk melakukan aksi akuisisi. Supercell, developer game populer Clash of Clans asal Finlandia, mereka beli senilai USD 8,6 miliar pada tahun 2016.

Huateng meskipun terkesan pemalu, makin tenar. Tahun 2007, 2014 dan 2018, dia masuk daftar orang paling berpengaruh dunia versi majalah Time. Pada tahun 2017, Huateng masuk pebisnis paling top versi majalah Fortune.

Huateng dikenal pula gemar beramal. Tahun 2016, dia menyumbang saham senilai USD 2,3 miliar untuk kemanusiaan, salah satu aksi filantropi terbesar di China. Di tahun yang sama, dia pernah mengguyur karyawannya dengan saham senilai lebih dari USD 220 juta, dalam rangka merayakan ulang tahun mereka ke-18.

Kini tantangan tengah melanda Pony Ma lantaran Tencent berpotensi diinvestigasi oleh pemerintah China atas dugaan monopoli. Ia dikabarkan telah bertemu dengan lembaga anti trust China untuk membahas persoalan tersebut.

(fyk/fay)