Kamis, 20 Jun 2019 16:02 WIB

Pendiri Tencent Tak Terkesan dengan Facebook Libra, Kenapa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi. Foto: Reuters Ilustrasi. Foto: Reuters
Jakarta - Facebook Libra sedang jadi pusat perhatian. Bisa dikatakan dengan Libra, Facebook sebagai media sosial nantinya menawarkan sistem pembayaran. Tapi di China, hal itu bukan sesuatu yang baru.

Pembayaran melalui WeChat, aplikasi messaging dan media sosial milik Tencent, saat ini sudah diadopsi begitu luas di Negeri Tirai Bambu. Toko-toko di kota besar China sudah jamak menerima pembayaran via WeChat dan juga Alipay milik Alibaba dan uang tunai makin jarang.

Bahkan Tencent sebenarnya sudah punya mata uang virtual sendiri 20 tahun lampau, yakni QQ Coin yang diluncurkan di 1999. Jadi tak heran jika netizen China tak terlalu terkesan dengan Libra. Di media sosial Weibo, ada yang menyebut Libra hanya versi lebih oke dari QQ Coin.




Pendiri Tencent, Ma Huateng, juga gatal ikut berkomentar. Melalui WeChat, pria yang akrab dipanggil Pony Ma itu menyebut tidak sulit untuk menciptakan mata uang digital semacam Libra.

"Teknologinya sudah matang, jadi hal itu tidak terlalu sulit. Lebih bergantung pada apakah regulasi memungkinkannya," tulis Ma seperti dikutip detikINET dari Radiichina.

Libra sendiri diprediksi populer jika Facebook bisa menghadirkan manfaat nyata, misalnya user bisa melakukan transaksi dengan banyak toko. Hal itulah yang jadi salah satu kunci sukses WeChat di China.

WeChat sendiri telah menggaet satu miliar pengguna yang tersebar di seluruh dunia, dengan 902 juta diantaranya merupakan user aktif secara harian. Kebanyakan penggunanya berbasis di China.


(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed