Mobil Pintar 'Rasa' BlackBerry Terbaru dari Baidu Siap Mengaspal

Mobil Pintar 'Rasa' BlackBerry Terbaru dari Baidu Siap Mengaspal

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 27 Jan 2021 20:46 WIB
Mobil otonom Baidu
Mobil otonom Baidu. Foto: Gizmag
Jakarta -

Raksasa mesin pencarian asal China Baidu telah sepakat dengan Blackberry untuk memperluas kemitraan dalam meluncurkan mobil pintar generasi terbaru di China.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, peta digital berkualitas high definition (HD) milik Baidu akan diintegrasikan ke dalam Neutrino Real-Time Operating System milik BlackBerry. Sistem yang akan dibenamkan pada mobil pintar ini akan diproduksi secara massal pada mobil model GAC New Energy Aion terbaru buatan GAC Group.

Dikutip dari Tech Crunch, Rabu (27/1/2021) GAC Group adalah salah satu dari tiga produsen mobil teratas di China yang memproduksi lebih dari 2 juta kendaraan setahun.

"Tujuan dari kemitraan baru yang diperluas ini adalah untuk memberikan jalur yang jelas dan cepat pada produsen mobil dalam memproduksi kendaraan otonom, dengan keselamatan dan keamanan sebagai prioritas utama," kata Senior Director Technology Department Intelligent Driving Group Baidu Wang Yunpeng.

Software QNX Blackberry akan menangani bagian keamanan fungsional, keamanan jaringan dan keandalan, sementara Baidu telah berinvestasi dalam pengembangan kecerdasan buatan dan pembelajaran mendalam.

Kemitraan antara Baidu dan Blackberry ini cukup unik dan disoroti karena memasukkan sistem operasi milik perusahaan asing ke dalam kendaraan buatan China, di saat pemerintah menggalakkan agar perusahaan teknologi menggunakan sistem buatan negeri sendiri.

"Bersama-sama, kita dapat membantu produsen mobil dengan cepat memproduksi kendaraan otonom yang aman dan mempromosikan secara kolaboratif pengembangan industri mobil berjaringan cerdas," kata Yunpeng lagi.

Blackberry yang pernah berjaya mendominasi pasar ponsel, kini beralih pada kesuksesan dalam memasukkan teknologi QNX ke dalam kendaraan. Saat ini, software tersebut digunakan untuk bantuan pengemudi tingkat lanjut, kelompok instrumen digital, dan sistem infotainment di lebih dari 175 juta kendaraan.

Perjanjian tersebut dibangun di atas perjanjian dua perusahaan pada Januari 2018 untuk menjadikan sistem operasi BlackBerry QNX sebagai fondasi platform terbuka penggerak otonom 'Apollo' Baidu.

Kesepakatan dengan Baidu juga membantu Blackberry terus mengukir pangsa pasar di China, di mana ia merupakan pendatang baru. Tahun lalu, Blackberry mengumumkan QNX akan diintegrasikan ke dalam kendaraan listrik saingan Tesla Xpeng di Cina.

"Dengan perangkat lunak tertanam BlackBerry QNX sebagai fondasinya, Baidu telah membuat kemajuan signifikan sebagai bagian dari platform Apollo dalam membangun ekosistem komersial untuk teknologi inovatif yang dapat dimanfaatkan oleh OEM untuk kendaraan generasi berikutnya," kata Vice President of Channel, Partners and APAC BlackBerry Technology Solutions Dhiraj Handa.

Program mobil otonom Baidu yang dikenal dengan nama Apollo, digambarkan sebagai Android untuk mengemudi yang cerdas. Program Apollo telah mendapatkan lebih dari seratus mitra manufaktur dan pemasok. Baidu juga sedang sibuk menguji kendaraan otonom dan meluncurkan armada robotaxi yang akan mengaspal di bulan September.

Adapun kesepakatan dengan BlackBerry juga terjadi setelah Baidu software otomotif dari luar ke dalam produksi kendaraan. Baidu mengumumkan awal bulan ini bahwa mereka berencana mendirikan perusahaan baru untuk memproduksi kendaraan listrik dengan bantuan pembuat mobil China Geely.



Simak Video "Mobil Tanpa Sopir Versi Toyota"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)