Pendiri Huawei Ingin Honor Kalahkan Mantan Induknya

Pendiri Huawei Ingin Honor Kalahkan Mantan Induknya

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sabtu, 28 Nov 2020 20:00 WIB
Ren Zhengfei
Pendiri Huawei Ingin Honor Kalahkan Mantan Induknya Foto: Reuters
Jakarta -

Huawei baru-baru ini terpaksa menjual sub-brand Honor, karena tekanan akibat perang dagang Amerika Serikat dan China. Pendiri dan CEO Huawei Ren Zhengfei pun memiliki harapan yang tinggi terhadap Honor.

Saat berpidato di acara perpisahan Honor, Ren mengatakan, ia ingin melihat Honor menjadi pesaing kuat bahkan mengalahkan Huawei di masa depan.

"Jadilah pesaing terkuat Huawei di dunia, lewati Huawei, dan bahkan gunakan kalahkan Huawei sebagai motivasi. Kita akan menjadi kompetitor di masa depan," kata Ren seperti dikutip detikINET dari South China Morning Post, Sabtu (28/11/2020).

Seperti diketahui, Huawei menjual semua aset Honor kepada Shenzhen Zhixin New Information Technology, sebuah konsorsium yang terdiri dari 30 agen dan dealer. Huawei tidak mengungkap berapa nilai penjualan Honor.

Ren menyamakan penjualan Honor sebagai perceraian. Ia mengatakan Honor akan benar-benar terpisah untuk mengikuti aturan internasional dan tidak akan ada lagi hubungan di antara kedua perusahaan.

"Begitu 'bercerai', kita tidak boleh berhubungan lagi. Kita adalah orang dewasa. Kita harus menangani hal-hal secara terpisah, mengikuti kepatuhan manajemen secara ketat, mematuhi aturan internasional dengan ketat dan masing-masing mencapai tujuan kita sendiri," ucap Ren.

Ren mengatakan Honor akan menghadapi masalah yang lebih besar dibandingkan perusahaan baru lainnya. Ia pun meminta pegawai Honor untuk merangkul globalisasi dan belajar dari perusahaan di Inggris, As, Uni Eropa, Jepang, Taiwan dan Korea Selatan.

Menjelaskan alasan di balik penjualan Honor, Ren mengatakan sanksi pemerintah AS terhadap Huawei mengancam jutaan pekerjaan sekaligus suplai dari dealer dan agen Huawei yang tersebar di 170 negara.

"Kita tidak bisa menyeret orang tidak bersalah karena penderitaan kita sendiri. Setelah penjualan, Honor dengan cepat melanjutkan produksi di bawah kepemimpinan Zhixin untuk menyelesaikan masalah dengan mitra di hulu dan hilir," ucap pria berusia 76 tahun itu.

Huawei pertama kali meresmikan Honor sebagai sub-brand kelas menengah pada tahun 2013. Honor dengan cepat berhasil menjadi salah satu merek smartphone China yang paling populer, dan mengapalkan lebih dari 70 juta unit setiap tahunnya.

Setelah terpisah dari Huawei, Honor seharusnya tidak ikut menjadi subjek pembatasan dagang yang ditetapkan pemerintah AS dan boleh bekerjasama dengan banyak perusahaan global.



Simak Video "Usung Kamera Andal, Huawei Mate 40 Pro Jawab Kebutuhan Vlogger!"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)