Prediksi Bitcoin di Indonesia Pasca Pandemi, Meroket?

Prediksi Bitcoin di Indonesia Pasca Pandemi, Meroket?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 17 Nov 2020 19:31 WIB
VANCOUVER, BC - OCTOBER 29: Gabriel Scheare uses the worlds first bitcoin ATM on October 29, 2013 at Waves Coffee House in Vancouver, British Columbia. Scheare said he
Prediksi Bitcoin usai pandemi. Foto: Getty Images
Jakarta -

Bitcoin berangsur pulih dan meroket meski dihantam COVID-19 di awal pandemi. Lalu bagaimana kemungkinan yang akan terjadi pada Bitcoin di masa depan?

CEO Indodax Oscar Darmawan menjelaskan kepada detikINET bahwa tren Bitcoin di Indonesia hampir sama seperti di luar negeri. Bitcoin merupakan salah satu aset safe haven di saat produk investasi yang lain mengalami pelemahan karena pandemi.

"Bahkan sampai sekarang, sekalipun ada beberapa produk investasi yang sudah mulai menunjukkan pemulihan, Bitcoin sudah lebih dulu naik meninggalkan instrumen investasi lainnya. Saat ini, di market Indodax, harga Bitcoin Rp 230 juta. Ini level harga tertinggi selama 2 tahun terakhir," jelasnya melalui pesan singkat.

Selama pandemi, kenaikan bitcoin meningkat sekitar 350%. Pada Maret 2020, harga bitcoin menyentuh Rp 65 juta. Kemudian naik secara bertahap menembus Rp 226 juta.

Prediksi setelah pandemi berakhir

Oscar memperkirakan bahwa permintaan Bitcoin akan meningkat seiring dengan bertambahnya pengetahuan orang-orang di seluruh dunia tentangnya. Setelah pandemi atau tahun 2021, Bitcoin diprediksi menembus USD 20 ribu atau sekitar Rp 300 juta sesuai ramalan analis di Amerika Serikat melalui media bloomberg.

"Karena dampak halving day (momentum pembatasan pasokan bitcoin yang terjadi setiap empat tahun sekali) pada pertengahan tahun lalu baru akan terjadi pada tahun depan. Selain itu, ada beberapa faktor lain juga yang meningkatkan harga Bitcoin," kata Oscar.

Selain bitcoin, Decentralized Finance (DeFi) diperkirakan akan berkembang begitu pesat. Ethereum 2.0 akan menjadi sejarah penting di dunia blockchain atau cryptocurrency. Bahkan, evolusi Ethereum juga menjadi sejarah penting di dunia finansial.

"Karena Ehtereum 2.0 akan menjadi wadah menampung banyak platform DeFi lebih baik lagi. Ethereum 2.0 akan memperbaiki masalah-masalah yang selama ini terjadi. Jadi, nantinya platform DeFi akan lebih berkembang," tandasnya.



Simak Video "Prediksi NTT: Nilai Tukar Bitcoin Turun, Cryptojacking Ditinggalkan"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)