Livestream Diramal Jadi Masa Depan E-commerce

Livestream Diramal Jadi Masa Depan E-commerce

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 11 Nov 2020 19:51 WIB
Online payment. Hands of woman using mobile smartphone and laptop computer for online shopping.
Livestream Diramal Jadi Masa Depan E-commerce Foto: iStock
Jakarta -

Belakangan ini banyak platform e-commerce yang mengenalkan fitur livestream untuk mengenalkan produk kepada konsumen dan berbelanja secara langsung. Menurut Taobao, anak usaha Alibaba, tren ini akan menjadi masa depan e-commerce.

Taobao memang memiliki layanan livestreaming bernama Taobao Live. General Manager of e-Commerce Content Taobao Yu Feng mengatakan dalam 12 bulan terakhir yang berakhir pada 30 September 2020, Taobao Live menghasilkan gross merchandise value (GMV) sebesar 350 miliar Yuan atau sekitar Rp 750 triliun.

Sedangkan menurut data KPMG, pasar livestreaming e-commerce di China diproyeksikan menapai 1,05 triliun Yuan hanya pada tahun ini dengan tingkat penetrasi sebesar 8,6%.

Menurut Yu, pandemi COVID-19 membantu pertumbuhan pesat livestreaming di e-commerce karena bisa membantu konsumen untuk melihat dan bertanya-tanya tentang barang idamannya tanpa perlu mengunjungi toko offline.

"Livestreaming bisa menampilkan produk dengan jelas, menawarkan fitur produk, menampilkan produk secara 360 derajat, membantu konsumen memhami produk," kata Yu dalam konferensi pers virtual festival belanja 11.11 Alibaba, Rabu (11/11/2020).

"Ini mengapa livestream dan e-commerce adalah kombinasi yang sempurna di platform Taobao dan mendorong merchant untuk menjajal livestreaming," imbuhnya.

Setelah pandemi COVID-19, Yu menjelaskan, Taobao Live mencatat peningkatan 220% merchant baru yang bergabung di platform-nya untuk menggunakan layanan livestream. Merchant yang bergabung tidak hanya berasal dari bisnis kecil, tapi juga brand mewah yang menawarkan livestreaming eksklusif untuk beberapa konsumen tertentu.

Mengingat fitur livestream semakin populer tiap tahunnya, Taobao terus mengembangkan teknologi terbaru untuk memudahkan konsumennya seperti latensi yang rendah, chatbots menggunakan AI, video berdefinisi tinggi dan lain-lain. Fitur-fitur ini juga digulirkan ke ekosistem lainnya di bawah grup Alibaba seperti Lazada dan AliExpress.

Contohnya, pada gelaran 11.11 tahun ini, AliExpress menyiarkan 8.000 livestream untuk konsumennya di seluruh dunia. Sedangkan di puncak acara akan ada 2.000 livestream yang jumlahnya naik empat kali lipat dibandingkan festival 11.11 tahun sebelumnya.

Yu mengatakan livestream akan menjadi masa depan bagi e-commerce di China dan seluruh dunia, apalagi jika 5G makin tersebar luas. Bahkan tren ini bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi anak muda di banyak negara.

"Di China livestreamer untuk e-commerce sudah menjadi profesi tersendiri. Kalian melihat host livestreaming di garda depan tapi di baliknya ada tim berisi banyak orang yang mendukungnya dan mereka sangat profesional," pungkas Yu.



Simak Video "Tokopedia Cs Pungut PPN Belanja Mulai Desember"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)