Joe Biden Menang, Industri Teknologi China Lega Tapi Tak Tenang

Joe Biden Menang, Industri Teknologi China Lega Tapi Tak Tenang

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 09 Nov 2020 21:39 WIB
BARCELONA, SPAIN - MARCH 03:  A logo sits illuminated outside the Huawei pavilion during the second day of the Mobile World Congress 2015 at the Fira Gran Via complex on March 3, 2015 in Barcelona, Spain. The annual Mobile World Congress hosts some of the wolds largest communication companies, with many unveiling their latest phones and wearables gadgets.  (Photo by David Ramos/Getty Images)
Joe Biden Menang, Industri Teknologi China Lega Tapi Tak Tenang (Foto: Gettyimages)
Jakarta -

Menangnya Joe Biden dalam Pilpres AS 2020 membuat kalangan industri teknologi di China merasa lega, namun tetap merasa tak tenang.

Dilansir Reuters, Senin (9/11/2020), sejumlah eksekutif di perusahaan teknologi China dan juga beberapa analis memang berharap hubungan AS-China bakal lebih konstruktif ke depannya setelah Biden terpilih menjadi Presiden AS, namun hanya sedikit yang menganggap rivalitas keduanya akan berkurang.

"Saat Biden menang, perusahaan teknologi di China mungkin akan lega. Setidaknya pemerintah AS mungkin akan lebih terbuka dan menghargai persaingan yang adil, dan juga mendukung inovasi," ujar Fang Xingdong, direktur Consortium of Internet and Society di Communication University of Zhejiang.

"Namun di ranah teknologi, kompetisi dan permainan ini tak akan berakhir, China dan AS juga akan saling bersaing dengan kemampuan inovasi mereka selama satu dekade ke depan," tambahnya.

Selama empat tahun masa kepemimpinan Donald Trump di AS menunjukkan masalah ketergantungan di industri teknologi China. Terlihat dari Huawei yang dipojokkan oleh berbagai larangan, sampai ekspansi TikTok yang juga terus mendapat tekanan.

Tak cuma dua perusahaan itu. Masih ada beberapa perusahaan asal China yang tak lagi mendapat pasokan komponen dari perusahaan asal AS karena aturan yang sama.

Namun memang yang terdampak paling parah bisa dibilang adalah Huawei. Pasalnya mereka tak bisa mendapat pasokan banyak komponen penting yang diperlukan di peralatan jaringan dan ponsel buatannya.

Menurut analis di Jefferies, hal ini mungkin akan membaik di kepemimpinan Biden, yang tampaknya akan berfokus pada masalah dalam negerinya. Namun banyak eksekutif di perusahaan teknologi China yang menyebut bahwa langkah Trump itu semakin menunjukkan kelemahan di perusahaan teknologi China.

"Mungkin saja AS dan China bakal bernegosiasi untuk mengurangi ketegangan di masalah teknologi ini," ujar seorang eksekutif di perusahaan yang di-blacklist oleh AS.

"Namun sulit untuk mengubah tren jangka panjangnya. Pemerintahan Trump membuat industri China sadar dan pengembangan industri domestik akan terus berlanjut untuk menciptakan tingkat independensi tersendiri," tambahnya.



Simak Video "Cuitan Melania Trump Usai Joe Biden Kalahkan Suaminya"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)