Pandemi COVID-19 Bikin Adopsi Ecommerce Melesat

Pandemi COVID-19 Bikin Adopsi Ecommerce Melesat

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 06 Nov 2020 16:35 WIB
Sirclo
Foto: Dok. Sirclo
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang sampai sekarang belum berakhir ini punya beberapa dampak terhadap industri ecommerce. Salah satunya adalah adopsi ecommerce yang melesat.

Hal ini ditulis Sirclo, perusahaan ecommerce enabler, dalam laporan berjudul "Navigating Indonesia's E-Commerce: COVID-19 Impact and The Rise of Social Commerce", yang dibuat berdasarkan survei kepada hampir 3.000 responden pada Juni 2020 lalu.

Dua hal utama dari penemuan Sirclo adalah tingginya akselerasi adopsi e-commerce selama pandemi COVID-19 dan tumbuhnya tren social commerce, yaitu transaksi jual-beli online melalui aplikasi percakapan dan media sosial.

"Adanya pandemi justru mengakselerasi industri e-commerce di Indonesia, hingga diprediksi bertumbuh sebesar 91%-jauh melampaui proyeksi sebelumnya yang hanya sebesar 54%. Hal ini bisa terjadi karena infrastruktur ekonomi digital Indonesia telah siap untuk melaju ke tahap berikutnya, terutama dengan tingginya penetrasi smartphone dan penggunaan internet di masyarakat," ungkap Brian Marshal, CEO dan Founder Sirclo.

"Kami percaya, industri e-commerce akan terus mengalami peningkatan pesat dan menjadi penggerak utama ekonomi digital Indonesia," tambahnya dalam jumpa pers virtual, Rabu (4/11/2020).

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa setidaknya ada 12 juta pengguna ecommerce baru sejak pandemi berlangsung. 40% di antaranya mengaku akan tetap menggunakan ecommerce, bahkan setelah pandemi berakhir.

Selain itu, preferensi penggunaan dompet digital untuk pembayaran transaksi ecommerce selama pandemi meningkat sebesar 11%, sementara metode kartu kredit dan transfer bank turun masing-masing 10% dan 2%.

Tidak hanya dalam transaksi ecommerce, Bank Indonesia mencatat bahwa jumlah transaksi uang digital 16,7% lebih tinggi pada April 2020 dibandingkan bulan sebelumnya. Transaksi menggunakan kartu debit/kredit justru menurun drastis sebesar 37%.

Ada juga tren social commerce akan terus bertumbuh dan menyumbang 40% dari total transaksi ecommerce pada tahun 2022. Pasalnya, 94% responden menyatakan bahwa transaksi berbasis percakapan, misalnya di Whatsapp, Facebook, ataupun Instagram, sangat mempengaruhi keputusan pembelian mereka.

Konsumen Indonesia lebih tertarik membeli produk jika penjual memberikan respon cepat pada pesan/pertanyaan mereka.

Pada tahun 2019, industri belanja online menyumbang lebih dari setengah total transaksi ekonomi digital di Indonesia, yakni sebesar USD 21 miliar. Google pun telah merilis laporan resmi bahwa industri ecommerce Indonesia diproyeksikan akan menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tertinggi di dunia, hingga 36.1% per tahunnya.



Simak Video "BPKN Ingatkan eCommerce Lebih Selektif Gaet Mitra Penjual di Platformnya"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)