Target Pelanggan Netflix Meleset di Q3 2020

Target Pelanggan Netflix Meleset di Q3 2020

Josina - detikInet
Rabu, 21 Okt 2020 21:45 WIB
ilustrasi netflix
Foto: detikINET/Irna Prihandini
Jakarta -

Netflix telah membukukan perolehan di kuartal ketiga 2020. Pertumbuhan pelanggannya meleset dari target.

Target yang meleset ini akibat dari semakin ketatnya persaingan layanan streaming, pembatasan sosial pandemi Corona yang mulai mereda hingga kembalinya siaran-siaran acara live olahraga di televisi.

Netflix mencatat ada penambahan 2,2 juta pelanggan berbayar secara global dalam kuartal ketiga yang berakhir pada 30 September. Angka ini pun meleset dari perkiraan target 2,5 juta.

Laba per saham Netlfix pun turun menjadi USD 1,74 di mana angka ini lebih rendah dari perkiraan konsensus proyeksi analis menurut data IBES dari Refinitiv yang memprediksi sebesar USD 2,14.

Saham Netflix mendapatkan keuntungan besar pada kuartal awal tahun ini dampak dari pandemi COVID-19 yang membuat orang-orang harus tinggal di rumah, namun kini turun hampir 6% menjadi USD 494 per saham.

"Jumlah pelanggan domestik hampir tidak berubah yang menunjukkan kejenuhan terhadap Netflix di Amerika Serikat, kata Ross Benes, Analis eMarketer seperti dilansir detikINET dari Reuters, Rabu (21/10/2020).

"Dengan penambahan domestik yang melambat, pertumbuhan pendapatan kemungkinan akan datang dari kenaikan harga." tambahnya.


Pada awal pandemi di kuartal pertama tahun ini Netflix menambahkan 15,8 juta pelanggan berbayar angka yang naik pesat.

Meski melonjak tinggi, Netflix pun telah memperingatkan kepada investornya bahwa lonjakan jumlah pelanggan baru yang tiba-tiba akan memudar pada paruh kedua tahun ini sejalan dengan pembatasan jaga jarak yang mulai berkurang.

Netflix pun memperkirakan pada kuartal keempat akan mendapatkan 6 juta pelanggan baru di seluruh dunia, kurang dari 6,51 juta yang diperkirakan analis.

Untuk mencapai angka tersebut Netflix pun terus mencoba konten baru seperti merilis kategori hiburan 'Emily in Paris', 'Enola Holmes', dan 'The Devil All the Time' di kuartal ketiga.

Netflix pun mengakui bahwa persaingan meningkat karena studio-studio di Hollywood, mulai Walt Disney Co hingga WarnerMedia dari AT&T Inc telah melakukan restrukturisasi untuk ikut terjun langsung mendapatkan pelanggan video.

"Persaingan untuk waktu dan keterlibatan konsumen tetap dinamis," kata Netflix dalam sebuah surat kepada pemegang saham.



Simak Video "Netflix Raih Pelanggan Baru, Namun Masih Kurang 'Menggigit'"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)