Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Penyerapan Tenaga Kerja di Silicon Valley Naik 0,2%

Penyerapan Tenaga Kerja di Silicon Valley Naik 0,2%


- detikInet

Jakarta - Kawasan Silicon Valley tengah mengalami perbaharuan kondisi ekonomi, yang dibuktikan dengan adanya penambahan lapangan pekerjaan di tahun 2005. Penambahan ini adalah yang pertama kali dalam empat tahun terakhir.Meski jumlah lapangan pekerjaan baru terbilang kecil, yaitu sebanyak 2000, data tersebut bisa jadi bukti terjadinya pemulihan ekonomi yang telah diusahakan dalam dua tahun belakangan. Selain memicu penciptaan lapangan pekerjaan, pemulihan ini juga mampu meningkatkan pendapatan di kawasan tersebut.Hal itu diungkap Joint Venture Silicon Valley, sebuah organisasi nirlaba, seperti dilansir detikinet, Selasa (17/1/2006) dari The New York Times. Organisasi ini menemukan bahwa perusahaan-perusahaan di Silicon Valley mempekerjakan 1,15 juta orang di tahun 2005. Ini merupakan peningkatan 0,2 persen dibanding tahun sebelumnya."Akhirnya ada peningkatan juga," kata Russell Hancock, presiden dan CEO Joint Venture Silicon Valley. Angka lapangan pekerjaan di Silicon Valley saat ini, masih terbilang rendah dibanding dengan kondisi di tahun 2000, saat perusahaan dotcom sedang maju-majunya. Menanggapi hal itu, Hancock beranggapan bahwa tidaklah realistik membandingkan dua periode itu."Anda tidak akan melihat lagi penciptaan lapangan kerja seperti yang terjadi saat masa jayanya dotcom," ujar Hancock. "Saat itu lowongan kerja di Silicon Valley memang sedang membludak," imbuhnya.Masa-masa ketika dotcom berkibar, Silicon Valley bisa membuka 350.000 lapangan kerja, tapi di awal tahun 2000, angkanya berkurang 200.000. Dibandingkan tahun 2004, Imigran legal di Silicon Valley pada tahun 2005 mengalami peningkatan sebesar 56 persen. Angka itu tiga kali lebih besar dibanding yang terjadi di Amerika Serikat secara keseluruhan. Sementara jumlah populasi di Silicon Valley, naik kurang dari satu persen di 2005. Ini merupakan peningkatan terbesar yang terjadi sejak tahun 2000, demikian ungkap laporan tersebut. (nks) (ketepi/)







Hide Ads