Sanksi Huawei Diperketat, Samsung Langsung Untung Besar

Sanksi Huawei Diperketat, Samsung Langsung Untung Besar

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 09 Okt 2020 11:39 WIB
Samsung Galaxy Land, Samsung
Ilustrasi Samsung (Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET)
Jakarta -

Pemasukan Samsung selama Q3 2020 yang berakhir September lalu mencapai 12,1 triliun won, lebih tinggi dari perkiraan yang hanya 10 triliun won.

Penjualan Samsung selama kuartal tersebut mencapai 66 triliun Won, namun sejauh ini belum diungkap berapa pemasukan bersih mereka ataupun pemasukan dari tiap divisi di perusahaan asal Korea Selatan itu.

Pencapaian Samsung ini terjadi setelah kuartal sebelumnya posisi Samsung sebagai pabrikan ponsel terbesar di dunia direbut oleh Huawei. Namun Samsung diperkirakan akan merebut kembali posisinya itu setelah sanksi untuk Huawei kembali diperketat.

Beberapa waktu belakangan ini Huawei memang dibuat tak bisa mendapat pasokan komponen untuk produk buatannya, terutama ponsel. Sementara Samsung malah bisa meningkatkan pangsa pasarnya di India, pasar di mana sentimen terhadap produk asal China juga sedang memburuk.

Tak cuma itu, bisnis memori Samsung pun mendapat keuntungan setelah Huawei menyetok komponen semikonduktornya sebelum sanksi dari pemerintah Amerika Serikat mulai dijalankan.

"Huawei sudah menyetok komponen untuk enam bulan sebelum sanksi dari AS aktif pada 15 September," ujar MS Hwang, analis di Samsung Securities.

"Pembelian dari Huawei ini menambal kekurangan dari permintaan untuk server," tambahnya, seperti dikutip detikINET dari Bloomberg, Jumat (9/10/2020).

Q3 2020 itu bisa dibilang adalah kuartal yang mudah bagi Samsung, pasalnya Apple menunda kehadiran iPhone barunya, serta Huawei yang terus mendapat tekanan dari pemerintah AS.



Simak Video "Pentingnya Sinergi Teknologi dalam Pendidikan di Masa COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)
Debat Capres AS