Markas Pusat TikTok Bakal Pindah ke AS?

Markas Pusat TikTok Bakal Pindah ke AS?

Josina - detikInet
Kamis, 17 Sep 2020 12:00 WIB
TikTok
Markas Pusat TikTok Bakal Pindah ke AS? (Foto: Unsplash/Kon Karampelas)
Jakarta -

Dalam waktu dekat Bytedance induk perusahaan Tiktok di China akan mengumumkan Oracle sebagai mitra Tiktok di AS. Sementara itu detil kesepakatan antara Bytedance dengan Oracle untuk mengontrol Tiktok mulai menjadi fokus saat ini.

Dilansir detiKINET dari Engadget, menurut laporan Financial Times kemitraan keduanya akan menempatkan bisnis global TikTok di perusahaan baru yang bermarkas di AS dengan Oracle yang berinvestasi sebagai pemegang sama minoritas.

ByteDance juga dilaporkan telah berjanji untuk membawa 20.000 pekerja ke AS.

Di bawah pengaturan tersebut, markas pusat Tiktok ini tak hanya untuk pengoperasian aplikasi yang di Amerika saja tapi untuk keseluruhan aplikasinya akan pindah ke AS.

Bytedance sendiri akan menyimpan algoritma sebab algoritma yang mentenagai mesin rekomendasi TikTok tidak ikut dijual. Data TikTok akan diproses secara independen oleh Oracle dan untuk data pengguna AS akan disimpan oleh Oracle di AS.

Diberitakan sebelumnya syarat penjualan TikTok tanpa algoritma sekarang menjadi dasar untuk setiap diskusi penjualan atau restrukturisasi TikTok, menyusul diperkenalkannya aturan kontrol ekspor baru di China.

Beberapa minggu yang lalu, pemerintah China memperbarui aturan ekspornya, yang mengharuskan perusahaan untuk mendapatkan izin resmi jika ingin menjual teknologi seperti algoritma TikTok ke perusahaan asing. ByteDance mengatakan mereka akan menuruti regulasi tersebut.

Algoritma ini berfungsi memberikan rekomendasi dan menampilkan video. Dengan kata lain, algoritma ini merupakan rahasia yang membuat pengguna TikTok betah berlama-lama menggunakan aplikasi karena terus menampilkan konten baru.

Dan pada saat yang sama Presiden Donald Trump dan pemerintahannya tetap berisekeras bawa aplikasi tiktok yang memiliki 100 juta pengguna di AS dapat menimbulkan ancaman keamanan nasional jika pemerintahan China memaksa ByteDance untuk menyerahkan data pengguna AS.

Pengaturan ByteDance dengan Oracle pun tampaknya akan mengatasi masalah tersebut, karena mereka akan memindahkan data pengguna AS ke AS. Sementara ByteDance untuk tetap berpegang pada algoritmanya.

Meski demikian pemerinth AS tetap mengkritik ByteDance yang masih mengontrol TikTok dan algoritmanya.

Dalam surat terbuka kepada Menteri Keuangan Steve Mnuchin, Senator Missouri Josh Hawley berpendapat bahwa penjualan penuh TikTok dan teknologi yang mendasarinya tidak akan memuaskan masalah keamanan nasional tentang aplikasi tersebut.

Juru bicara TikTok pun memberi tanggapan, "Kami dapat mengkonfirmasi bahwa kami telah mengajukan proposal ke Departemen Keuangan yang kami percaya akan menyelesaikan masalah keamanan Administrasi."

"Proposal ini akan memungkinkan kami untuk terus mendukung komunitas kami yang terdiri dari 100 juta orang di AS yang menyukai TikTok untuk koneksi dan hiburan, serta ratusan ribu pemilik usaha kecil dan kreator yang mengandalkan TikTok untuk menumbuhkan mata pencaharian mereka dan membangun makna, karir." sambungnya.



Simak Video "ByteDance Tegaskan TikTok Tidak Dijual ke Microsoft atau Oracle"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)