Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tambah 1.400 Karyawan, Oracle Perluas Sayapnya

Tambah 1.400 Karyawan, Oracle Perluas Sayapnya


- detikInet

Jakarta - Produsen software bisnis asal Amerika Serikat, Oracle Corporation, berencana menambah 1.400 karyawan di India. Langkah ini merupakan sebagian dari rencana Oracle untuk memperluas sayapnya ke lebih dari sembilan titik di kawasan Asia Selatan.Oracle akan memusatkan perhatian pada pengembangan perusahaan pada perusahaan berskala kecil dan menengah di kota-kota dan area pedesaan India. Hal itu diungkapkan salah seorang eksekutif perusahaan.Derek Williams, Wakil Presiden Eksekutif Oracle untuk kawasan Asia Pasifik mengatakan, Oracle telah beroperasi di enam kota di India. Tak berhenti sampai di sana, Oracle akan meluaskan sayapnya ke sembilan kota lain di India, pada delapan bulan mendatang. Oracle juga akan menambah jumlah karyawan, dari 8.600 karyawan saat ini.Menurut Williams, perluasan ini bisa meningkatkan pertumbuhan bisnis Oracle. "Kami melihat banyak peluang di rural sector dan perusahaan kecil dan menengah," ujarnya.Di area tersebut, Oracle akan berkonsentrasi pada penjualan dan pemasaran, konsultasi dan layanan produk.Untuk diketahui saja, sekitar lima tahun yang lalu, Oracle telah menginvestasikan lebih dari US$ 2 miliar di India, termasuk mendirikan pusat penelitian dan pengembangan (R&D) terbesar di Bangalore dan Hyderabad.Oracle saat ini mempunyai lebih dari 6.400 pelanggan di India. 80 persen bank-bank di India mengelola perusahaan mereka dengan software Oracle. Dan 90 persen perusahaan telekomunikasi di India juga memakai software Oracle.Menurut Williams, beberapa software Oracle mendukung 13 bahasa India. Oracle kini juga tengah bekerjasama dengan pemerintah dari 28 negara untuk mengembangkan e-governance. India adalah salah satu sumber pemasukan terbesar bagi Oracle. Pasalnya negeri tari perut itu mampu menyumbangkan pertumbuhan pasar tercepat untuk Oracle di Asia. Demikian dikutip detikinet dari Associated Press Rabu (11/1/2006). (ien/)






Hide Ads