Ada Prahara, Ponsel China Masih Perkasa di India

Ada Prahara, Ponsel China Masih Perkasa di India

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 15 Agu 2020 13:01 WIB
ilustrasi smartphone
Ilustrasi. Foto: Unspslah
New Delhi -

Para produsen ponsel China sejauh ini masih tetap perkasa di pasar India. Sebelumnya, prahara antara pemerintah China dan India terkait konflik perbatasan dikhawatirkan berimbas pada merek China di India.

Itu karena sentimen anti China diduga menguat di India dan juga ada tindakan dari pemerintah India seperti melarang TikTok. Namun demikian, data terkini dari biro riset IDC menunjukkan Xiaomi masih tetap berada di posisi pertama ponsel paling diminati di sana.

Xiaomi total mengapalkan 5,4 juta unit smartphone pada kuartal tersebut. Memang terjadi penurunan 48,7% dibanding tahun silam, akan tetapi Samsung dan Vivo di urutan kedua dan ketiga mengalami hal yang sama. Adapun ranking 4 dan 5 ditempati oleh Oppo dan Realme.

Samsung mengapalkan 4,8 juta unit ponsel dan Vivo 3,2 juta unit pada kuartal tersebut. Secara keseluruhan, pasar smartphone India turun 50,6% ke total 18,2 juta unit dibanding tahun silam, terkait lockdown yang dilakukan untuk meminimalisir penularan virus Corona.

Temuan yang sama juga diungkap oleh biro riset lain, Canalys, di mana penurunan juga tercatat 50% oleh mereka. Dan sama seperti IDC, vendor ponsel China masih kokoh memimpin.

"Meski ada sentimen, dampak pada Xiaomi, Oppo, Vivo dan Realmi sepertinya minimal, lantaran alternatif oleh Samsung, Nokia atau bahkan Apple tidak kompetitif secara harga," sebut pengamat Canalys.

Namun demikian, dikutip detikINET dari South China Morning Post, bukan berarti vendor ponsel China di India sudah aman. Sentimen anti China mungkin masih akan membayangi dalam periode selanjutnya.

"Merek smartphone China dapat menjaga keunggulan mereka di pasar smartphone India terkait tawaran mereka yang berkualitas dengan harga terjangkau serta kurangnya pilihan lain yang kompetitif," sebut Yu Liuqing, pengamat dari The Economist Intelligence Unit (EIU).

"Namun ponsel China menghadapi ketidakpastian dari potensi menurunnya pangsa pasar terkait mood anti China yang menyebar," tambah dia.



Simak Video "India-China Saling Lepas Tembakan Peringatan di Perbatasan"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/asj)