95% Pengguna iPhone China Akan 'Minggat' Jika WeChat Dilarang

95% Pengguna iPhone China Akan 'Minggat' Jika WeChat Dilarang

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 14 Agu 2020 12:30 WIB
BEIJING, CHINA - FEBRUARY 01: A Chinese employee wears a protective mask as he sits in the showroom of an Apple Store after it closed for the day on February 1, 2020 in a shopping district in Beijing, China. Apple announced it was closing all of its stores in China until February 9th due to the outbreak of the coronavirus in Wuhan, The number of cases of a deadly new coronavirus rose to almost 12000 in mainland China Saturday, days after the World Health Organization (WHO) declared the outbreak a global public health emergency. China continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities have put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 250 on Saturday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, India, the United Kingdom, Germany, France and several others. The World Health Organization  has warned all governments to be on alert and screening has been stepped up at airports around the world. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)
95% Pengguna iPhone China Akan Tinggalkan Apple Jika WeChat Dilarang Foto: Getty Images
Jakarta -

Keputusan Presiden Donald Trump untuk melarang WeChat di Amerika Serikat sepertinya akan berdampak cukup besar untuk perusahaan AS. Survei menemukan mayoritas pengguna iPhone di China memilih meninggalkan ponsel tersebut daripada tidak bisa mengakses WeChat.

Survei ini dilakukan setelah keputusan eksekutif Trump yang melarang perusahaan AS untuk bertransaksi dengan pemilik WeChat, Tencent.

Dikutip detikINET dari 9to5Mac, Jumat (14/8/2020) survei ini dilakukan di Weibo dan telah mendulang 1,2 juta respons, dengan 95% partisipan mengaku mereka lebih memilih untuk meninggalkan iPhone miliknya.

Salah seorang partisipan dari Hong Kong mengatakan keputusan Trump akan membuat iPhone menjadi sampah elektronik yang mahal. Ia melihat WeChat sebagai aplikasi paling penting yang ada di iPhone miliknya.

Cakupan dari keputusan eksekutif yang ditandatangani Trump memang masih belum jelas saat ini. Tidak diketahui apakah kebijakan ini jika berlaku hanya akan diterapkan di AS, atau untuk perjanjian bisnis perusahaan AS dengan Tencent di seluruh dunia.

WeChat merupakan aplikasi yang penting bagi lebih dari satu miliar penggunanya karena fungsinya lebih dari sekedar alat komunikasi. Mereka juga bisa melakukan banyak hal mulai dari belanja, pembayaran, email, penjelajahan web, dan lain-lain.

Karena WeChat menjadi aplikasi komunikasi utama di China, warga negaranya yang menjadi imigran di negara lain, termasuk AS, juga menggunakan aplikasi ini untuk tetap berkomunikasi dengan keluarganya.

Apple dan beberapa perusahaan asal AS juga telah mengungkap kekhawatirannya terhadap keputusan Trump terhadap WeChat. Belasan perusahaan, termasuk Apple, Ford, Walmart dan Disney, dilaporkan telah berdiskusi dengan Gedung Putih untuk membicarakan dampak keputusan ini terhadap bisnis mereka.

Analis juga sudah memperkirakan keputusan ini akan memiliki dampak negatif bagi penjualan iPhone di China dan seluruh dunia. Seperti Ming-Chi Kuo yang memperkirakan penjualan iPhone di seluruh dunia akan turun 30% jika WeChat tidak lagi tersedia di iOS.



Simak Video "Donald Trump Resmi Larang TikTok di AS, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fyk)