WeChat Diblokir Berdampak Besar untuk Perusahaan Teknologi

WeChat Diblokir Berdampak Besar untuk Perusahaan Teknologi

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 11 Agu 2020 05:21 WIB
Presiden AS Donald Trump resmi keluarkan perintah eksekutif melarang TikTok dan WeChat beroperasi di AS. Aturan itu berlaku dalam 45 hari ke depan.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Perintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memblokir WeChat bakal berdampak negatif pada banyak perusahaan.

Pemblokiran WeChat ini berdasarkan perintah eksekutif Presiden Trump, dan bakal berdampak pada banyak perusahaan teknologi, karena induk WeChat adalah Tencent, yang punya investasi di banyak perusahaan AS, salah satunya Riot Games.

Namun yang terkena dampak paling besar dari pemblokiran tersebut adalah Apple, yang punya pasar besar di China, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (11/8/2020).

Seperti diketahui, China adalah salah satu basis penjualan terbesar Apple, dan hampir semua fasilitas perakitan serta penyuplai komponen mereka berasal dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

Dampak terbesar dari pemblokiran WeChat itu adalah Apple harus menghapus aplikasi itu dari App Store. Hal ini bakal punya dampak sangat besar untuk penjualan Apple di negara tersebut.

Pasalnya, WeChat adalah aplikasi yang sangat super di China. Analis Ben Thompson pada 2017 lalu menyebut tak ada aplikasi lain, termasuk Facebook --dan bermacam layanan miliknya -- yang bisa dibandingkan dengan WeChat.

WeChat tak sekadar aplikasi chat, melaingkan juga untuk memesan taksi, membeli makanan, pembayaran digital, membaca berita, dan masih banyak lagi. Ponsel yang tak bisa mengakses WeChat di China bisa dibilang akan menjadi ponsel yang tak berguna.

Jadi jika iPhone tak bisa dipakai untuk mengakses WeChat, bisnis Apple di China bakal sangat bermasalah. Ekosistem Apple yang tertutup ikut menjadi masalah bagi mereka di China.

Karena jika hal seperti ini terjadi di ponsel Android, pengguna bakal tetap bisa menginstal WeChat dari sumber selain Play Store. Sementara di iOS, langkah seperti ini bakal lebih sulit untuk dilakukan.

Apple sendiri sebelumnya sudah terkena dampak negatif dari perang dagang antara AS dan China. Mereka harus menanggung pajak yang lebih besar karena mayoritas produknya dibuat di China.

Pada 2019 lalu, Apple mendapat pemasukan USD 44 miliar dari China, jauh lebih tinggi dibanding perusahaan AS lain. Pada Q3 2020 lalu, pemasukan dari China berkontribusi 15% dari total pemasukan Apple, nomor 3 terbesar.

Ditambah lagi, tak seperti di Eropa dan AS di mana market share Apple terbilang stagnan, China masih punya potensi besar bagi Apple karena jumlah pasarnya masih bisa tumbuh. Namun jika WeChat diblokir dan harus dihapus dari App Store, potensi hampir pasti bakal menguap.



Simak Video "Donald Trump Resmi Larang TikTok di AS, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)