Regio Harap Pemerintah Tetap Dukung Pesawat R80

Regio Harap Pemerintah Tetap Dukung Pesawat R80

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Kamis, 04 Jun 2020 16:42 WIB
Miniatur pesawat R80 mejeng di Bekraf Habibie Festival. R80 merupakan pesawat rancangan Presiden ke-3 BJ Habibie.
Pesawat R80 karya BJ Habibie (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Pesawat R80 dan N245 karya almarhum BJ Habibie dihapus dari daftar proyek strategis nasional. Pemerintah diharapkan tetap mendukungnya.

Dua pesawat ini dikembangkan oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI). Menurut Direktur Komunikasi PT RAI, Justin Djogo dua pesawat mereka adalah karya terakhir almarhum Presiden BJ Habibie.

"Tak dapat dipungkiri, pengembangan industri dirgantara bernilai strategis ekonomi yang besar," kata Justin dalam pernyataan resminya kepada detikINET, Kamis (6/6/2020).

Menurutnya Indonesia dengan negara kepulauan adalah pengguna pesawat ATR terbesar di dunia yang sekelas R80. Kalau bisa membuat sendiri pesawat sejenis itu, tentu lebih positif daripada membelinya dari luar negeri.


"R80 dimaksudkan untuk dapat mengisi pasar domestik dan regional menggantikan pesawat asing," jelasnya.

Pada 2017, pesawat R80 masuk dalam proyek strategis nasional (PSN). Saat itu pendanaan dilakukan tanpa APBN, tidak ada jaminan dari pemerintah dan diupayakan melalui PINA (pembiayaan non APBN).

"Selama fase desain konsep, R80 sepenuhnya dibiayai oleh almarhum Bapak BJ Habibie dan pemegang saham RAI lainnya," kata Justin Djogo.

Crowd funding lewat kitabisa.com menjadi jalur pendanaan pesawat R80. Perancangan model dan pengujian terowongan angin dilakukan di Balai Besar Teknologi Aerodinamika, Aeroelastika dan Aeroakustika di Serpong. PT RAI pun sudah mengusulkan pada pemerintah sebuah Roadmap Industri Penerbangan Nasional.



"Pemerintah perlu mendayagunakan potensi yang ada, untuk meningkatkan perekonomian dan daya saing bangsa, mengejar ketinggalan. Industri Penerbangan harus menjadi salah satu industri prioritas di masa datang," ujarnya.

Justin Djogo mengatakan pesawat R80 adalah impian dan amanat dari Presiden BJ Habibie untuk generasi penerusnya. Meskipun sudah dinyatakan bukan proyek strategis nasional, PT RAI tidak akan surut untuk mengembangkan pesawat tersebut.

"Beliau (BJ Habibie-red) menitipkannya kepada generasi penerus bangsa ini. Marilah kita bahu-membahu membangun negara ini secara konstruktif, strategis dan bergotong royong. Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang," pungkasnya.



Simak Video "Stadion Gelora BJ Habibie Siap Jadi Kandang PSM Makassar"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)