Riset: Pengapalan Smartphone Alami Penurunan Terburuk

Riset: Pengapalan Smartphone Alami Penurunan Terburuk

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 02 Mei 2020 15:02 WIB
Ilustrasi Smartphone
Ilustrasi. Foto: Julian Chokkattu/Digital Trends
Jakarta -

Pengapalan smartphone global dalam 3 bulan pertama tahun 2020 ini mengalami penurunan tahunan paling buruk. Sebabnya apalagi kalau bukan gangguan dan ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi Corona.

Menurut biro riset IDC, para produsen smartphone total mengapalkan 275,8 juta perangkat dari bulan Januari sampai Maret 2020. Itu merupakan penurunan 11,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kemerosotan tinggi di China, sumber wabah Corona, turun 20,3% dan hal itu berdampak besar pada pasar secara keseluruhan. Pasalnya, Negeri Tirai Bambu itu mencakup hampir seperempat pengapalan smartphone global.

IDC menyatakan pula ketergantungan pada China untuk pasokan komponen ataupun perakitan smartphone membuat masalah besar di kuartal I 2020 dan di saat yang sama terjadi penurunan permintaan. Pengapalan ke pasar Amerika Serikat dan Eropa masing-masing anjlok 16,1% dan 18,3%.

"Apa yang dimulai sebagai masalah suplai sebatas di China berkembang menjadi krisis ekonomi global di mana imbas pada permintaan mulai terlihat di akhir kuartal itu," cetus Nabila Popal, direktur riset Worldwide Mobile Device Trackers.

Di pihak lain, biro riset Counterpoint Research menunjukkan data sedikit berbeda di mana penurunan pengapalan smartphone global turun sampai 13% pada kuartal I 2020. Ini adalah pertama kalinya sejak 2014 pengapalan smartphone berjumlah kurang dari 300 juta unit.

"Konsumen, dalam waktu yang mengalami ketidakpastian, cenderung menahan diri. Artinya daur pergantian perangkat sepertinya akan menjadi lebih lama," kata Tarun Pathak, Associate Director Ounterpoint Research.



Simak Video "Aktivitas #dirumahaja Jadi Auto Semangat with Samsung Galaxy S20"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)