Hooq Tutup Layanan 30 April, Nasib Pelanggan?

Hooq Tutup Layanan 30 April, Nasib Pelanggan?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 29 Apr 2020 17:13 WIB
Layanan video on demand pertama dan terbesar di Asia secara resmi hadir di Indonesia, Kamis (14/4/2016). Hanya dengan berlangganan Rp 49,500 perbulan kita bisa menikmati revolusi dunia hiburan film dan serial TV Internasional dan lokal terbaik dengan lebih dari 35.000 jam. HOOQ Menjadi yang pertama di Asia dengan menggandeng tiga perusahaan media raksasa Singtel, Sony Picture dan Warner Bros yang dapat disaksikan melalui berbagai media seperti Komputer, Smartphone, Tablet, Smart TV dan dekoder. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Hooq tutup layanan 30 April, bagaimana nasib pelanggan? Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Layanan video streaming Hooq akan berhenti pada 30 April besok. Lantas, bagaimana nasib pelanggannya?

Country Head Hooq Indonesia Guntur Siboro mengatakan sejak pemegang saham mayoritas, yaitu, Singtel, mengajukan likuidasi pada 27 Maret lalu, Hooq menghentikan pembayaran dan penambahan pelanggan baru.

"Sejak saat itu, charging sudah tidak diberlakukan lagi bagi pelanggan eksisting dan sudah tidak ada aktivasi pelanggan baru," ungkap Guntur saat dihubungi detikINET, Rabu (29/4/2020).

Tak hanya di Indonesia, Hooq juga menghentikan layanannya di negara-negara yang mereka jajaki, seperti Filipina, Thailand, India, hingga Singapura.

Pengumuman penutupan layanan Hooq kepada publik juga telah disampaikan melalui akun Twitter mereka bahwa per 30 April besok, Hooq tidak lagi eksis.

HooqHooq Foto: Twitter

"Di hari ini, tibalah pula akhir dari perjalanan HOOQ dalam menceritakan berbagai kisah-kisah yang luar biasa pun menghibur. Di hari ini, mungkin akan penuh dengan kesedihan, bahkan isak tangis yang memburu," tulis mereka di thread bawahnya.

"Namun, memori kebersamaan kita selama ini telah terekam dalam ingatan dan membekas dalam kalbu. Memori yang akan menghapus tetesan air mata yang mengalir membasahi pipi," kata Hooq.

"Terima kasih untuk kebersamaan kita. Terima kasih untuk dukungan kalian selama ini. Terima kasih untuk semuanya. Tanpa kalian HOOQ tidak akan bisa mencapai titik raihan terjauhnya, yakni hari ini. Hari ini, kami pamit. #TerimaKasihIndonesia," pungkasnya.

Sebagai penyedia layanan video on demand, Hooq hadir di sejak lima tahun lalu atau tepatnya Januari 2015. Hooq datang sebagai penantang Netflix dengan dukungan dari Singtel dan Sony Pictures yang membentuk perusahaan Hooq ini.



Simak Video "Hooq Pamit dari Jagat Layanan Streaming"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)