Jumat, 24 Jan 2020 22:01 WIB

Kolaborasi Jadi Kunci Pertumbuhan Perusahaan Teknologi Informasi

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Istimewa
Jakarta -

Dalam era digital, perusahaan TIK tidak dapat bertumpu hanya pada kekuatan perusahaan sendiri, melainkan harus berkolaborasi untuk mengoptimalkan peluang, keuntungan, dan mengurangi risiko dengan cara memadukan strategi co-creation dan mengembangkan inovasi di bisnis model.

Hal ini dituangkan Leonardus Wahyu Sasono Chief Finance dan Business Partner Officer (CFBPO) PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) dalam disertasinya di Program Studi Doctor of Research in Management (DRM) Binus University yang berjudul Kinerja Transformasional pada Bisnis Digital di Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Leonardus menemukan bahwa terdapat pergeseran transformasi ke arah bisnis digital, yaitu dari strategi berbasis kekuatan perusahaan (comparative dan competitive advantage) menuju strategi berbasis cooperative advantage atau biasa dikenal dengan strategi co-creation.

Disertasi ini menemukan bahwa fase transformasi digital industri TIK di Indonesia harus bertumpu pada kompetensi utama yang unik dari masing-masing perusahaan sebelum dikembangkan menuju ke arah layanan berbasis platform dan service, demikian tertulis dalam keterangan yang diterima detikINET, Jumat (24/1/2020).

Penelitian ini memberi masukan kepada regulator agar mampu meningkatkan peran regulasi dalam menciptakan ekosistem digital di Indonesia. Hasil disertasi ini, selain dapat dimanfaatkan oleh regulator, juga memiliki implikasi strategis bagi kalangan korporasi untuk mencapai sustainable growth di era Digital.

Penemuan ini kemudian diperkuat oleh narasumber yang hadir pada sidang terbuka ini, yaitu mantan Executive Director Co-Branding Wonderful Indonesia Kemenpar RI, Priyantono Rudito, MBus, PhD. Priyantono menyatakan bahwa munculnya kesenjangan dalam era digital akan mendorong Perusahaan melakukan transformasi dengan mengubah logik bisnis dan bisnis model, oleh karena itu transformasi adalah sesuatu yang normal bagi semua perusahaan.

Disertasi ini pun diklaim memecahkan rekor luaran jurnal internasional terbanyak mahasiswa S3 dengan jumlah publikasi di jurnal internasional sebanyak 45 jurnal ilmiah. Promotor utama disertasi ini Prof Dr Ir Sasmoko, MPd, dengan co-promotor Firdaus Alamsjah, PhD dan Dr Elidjen, SKom, MinfoCommTech.

Promotor utama Prof Dr Ir Sasmoko mengatakan bahwa pencapaian Leonardus ini memecahkan rekor publikasi jurnal internasional program doktor di Indonesia yang terbanyak. Selanjutnya dijelaskan bahwa penyelesaian studi S3 Leonardus juga tergolong cepat dan hasil penelitiannya sangat berguna bagi transformasi digital di Indonesia dan juga bisa menjadi masukan perubahan regulasi ITK saat ini di Indonesia.



Simak Video "Pembangunan TIK Indonesia Jauh Ketinggalan dari Negara ASEAN Lain"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)