Kamis, 26 Des 2019 08:11 WIB

ByteDance Mau Jual TikTok?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Dok. TikTok Foto: Dok. TikTok
Jakarta - ByteDance sempat dikabarkan bakal menjual TikTok untuk menghindari masalah yang mereka hadapi di Amerika Serikat. Benarkah?

Baru-baru ini TikTok dianggap berpotensi mengancam keamanan nasional AS, dan melarang penggunaan aplikasi video singkat tersebut di Angkatan Laut AS. Tudingan ini dilontarkan karena TikTok berasal dari China.

Masalah inilah yang memunculkan rumor kalau ByteDance bakal melepas saham mayoritasnya di TikTok untuk melindungi bisnis mereka. Selain itu, mereka juga meraup keuntungan sebelum valuasi TikTok merosot akibat masalah hukum di AS ini.

Namun rumor ini buru-buru ditepis oleh ByteDance, yang menyebut rumor penjualan TikTok tersebut sama sekali tak berdasar, demikian dikutip detikINET dari Engadget, Rabu (25/12/2019).


"(Rumor) tersebut sama sekali tak berdasar," ujar juru bicara Bytedance.

Sebelumnya juga dikabarkan kalau ByteDance berencana membangun kantor pusat untuk TikTok di luar China. Ada sejumlah kota yang dilirik sebagai lokasi kantor pusat tersebut, yaitu Singapura, Dublin, dan London.

TikTok saat ini memang tak mempunyai kantor pusat, dan hanya mempunyai kantor utama yang berlokasi di Los Angeles, Amerika Serikat. Meski berlokasi di AS, CEO TikTok sendiri masih berbasis di Shanghai, China.

Simak Video "US Navy Blokir TikTok, Apa Alasannya?"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)