Jumat, 04 Okt 2019 06:45 WIB

Terancam Ambruk, Startup WeWork Jual Pesawat Mewah Pendirinya

Fino Yurio Kristo - detikInet
Gulfstream G650. Foto: Dok. Corporate Jet Investor Gulfstream G650. Foto: Dok. Corporate Jet Investor
Jakarta - Dikucuri uang hampir USD 10 miliar oleh Softbank, salah satu pembelian menonjol startup WeWork adalah pesawat pribadi mewah jenis Gulfstream G650. Pesawat seharga USD 60 juta yang dibeli tahun lalu itu kini dijual oleh pihak WeWork setelah bisnisnya terancam ambruk.

Meski bukan kepunyaannya, praktis pesawat itu dikuasai oleh sang pendiri dan CEO yang baru saja lengser, Adam Neumann. Kabarnya, Adam menggunakannya secara ekskusif untuk bepergian bersama keluarganya.

Beberapa investor menyatakan pembelian pesawat itu termasuk hal negatif menjelang IPO WeWork, yang akhirnya dibatalkan. Karyawan pun banyak uang tidak setuju karena sang CEO memilih membeli pesawat mewah dan sering mengadakan pesta, sementara kenaikan gaji dan bonus nihil.


"Perusahaan membeli USD 60 juta untuk sebuah pesawat dan saya tidak mendapatkan kenaikan gaji yang pantas," curhat salah seorang karyawan.

Dikutip detikINET dari Business Insider, pegawai yang bekerja merenovasi pesawat itu menyatakan ada dua kamar mewah ditambahkan. Ia diharuskan mengunduh ribuan film untuk hiburan sang CEO bersama keluarganya.

Karyawan lain menyatakan selain untuk keluarga, pesawat itu juga berfungsi sebagai ruang rapat bagi Adam dan pegawai lain karena jadwalnya yang padat. Karyawan yang diajak meeting di pesawat itu biasanya pulang dengan pesawat komersial.

Gulfstream G650 disebut sebagai salah satu pesawat termewah dan populer bagi para pebisnis papan atas. Dengan kerugian mencapai USD 900 juta di paruh pertama tahun ini dan lengsernya Adam, WeWork pun menganggapnya sebagai beban perusahaan sehingga memutuskan melegonya.



Simak Video "Menkominfo Sebut Startup Pendidikan Sebagai Calon Kuat ''The Next Unicorn''"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)