Selasa, 13 Agu 2019 12:31 WIB

Lawan Amerika, Huawei Siapkan 'Pasukan Besi'

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ren Zhengfei. Foto: Reuters Ren Zhengfei. Foto: Reuters
Shenzhen - Dampak dari sanksi Amerika Serikat makin dirasakan oleh Huawei. Oleh karena itu, pendiri Huawei Ren Zhengfei melakukan langkah antisipasi agar perusahaannya bisa survive.

Dalam memo internal pada karyawan, Ren menyebutkan akan melakukan perubahan besar dalam tiga sampai lima tahun ke depan untuk mempertahankan posisi Huawei di bisnis perangkat telekomunikasi. Menurutnya, Huawei akan mengalami perjalanan panjang yang menyakitkan.

"Kita harus menyelesaikan perombakan di kondisi yang berat dan sulit, menciptakan sebuah 'pasukan besi' yang dapat membantu kita mencapai kemenangan," begitu Ren mengibaratkan.




Tidak dijelaskan apa maksud pasukan besi itu, tapi agaknya merujuk agar karyawan Huawei memiliki mentalitas baja sehingga tidak rubuh dalam tekanan. Sebagai mantan engineer di militer China, Ren memang suka menggunakan istilah militer.

Pasca dimasukkan dalam daftar blacklist oleh pemerintah AS, Huawei memang mengalami masa sulit. Sampai sekarang, mereka belum dapat menggunakan komponen atau teknologi AS kecuali karena izin khusus.

"Dua peluru ditembakkan ke grup bisnis konsumer kita dan sayangnya mengenai tanki minyak," tambah Ren tanpa menjelaskan lebih lanjut.




Salah satu yang memusingkan Huawei adalah masih belum ada kejelasan apakah boleh memakai sistem operasi Android di smartphone masa depannya. Mereka memang tengah menyiapkan alternatif, Harmony OS, tapi masih belum sempurna khususnya soal minimnya ekosistem aplikasi.

Di sisi lain, Ren meyakini teknologi 5G Huawei adalah yang paling superior, yang menjadi salah satu faktor kenapa mereka dijegal AS. "AS tidak punya teknologi 5G paling maju. Hal itu mungkin membuat mereka tertinggal dalam sektor artificial intelligence," paparnya.




Simak Video "Huawei Mate 30 Pro Hadir dengan 4 Kamera Belakang"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/krs)