Sabtu, 27 Jul 2019 08:05 WIB

Barang Impor Marak di Toko Online, Apa Kata Rudiantara?

Adi Fida Rahman - detikInet
Ilustrasi belanja online di e-Commerce. (Foto: GettyImages) Ilustrasi belanja online di e-Commerce. (Foto: GettyImages)
Jakarta - Maraknya barang impor di toko online lokal dianggap menjadi salah satu penyumbang defisit negara. Tetapi tidak semestinya e-commerce semata yang disalahkan.

Demikian diutarakan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Dia memberikan alasan kalau bukanlah e-commerce yang memasok barang dari luar.

"Katanya saat ini salah satu penyumbang defisit negara adalah e-commerce. Saya katakan ini bisa iya, bisa tidak. Bisa iya kalau e-commerce itu sifatnya business to consumer (B to C) dan membawa barang dari luar negeri," kata Menkominfo.




Lanjut dipaparkannya kalau e-commerce lazim bersifat consumer to consumer, di mana merchant bukanlah importir. Para merchant membeli produk impor dari agen-agen dan distributor di Indonesia.

Melihat itu, dalam konteks ini maka pihak distributor-lah yang perlu diperhatikan agar mereka tidak melakukan impor barang terlalu banyak dari luar negeri.

"Kita bangsa Indonesia, jangan beli barang luar negeri. Memang banyak barang impor yang murah. Namun bisa saja negara lain dumping ke pasar Indonesia," pungkas Rudiantara saat ditemui usai konferensi pers HUT ke-8 Blibli.com.






Simak Video "Menkominfo Tak Setuju Game Online Disebut Bisa Rugikan Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed