Jumat, 12 Jul 2019 20:50 WIB

Pemprov Jabar-Blibli Dorong Industri Kreatif UMKM

Mukhlis Dinillah - detikInet
Foto: Mukhlis Dinillah/detikINET Foto: Mukhlis Dinillah/detikINET
Bandung - Pemprov Jabar tengah mengoptimalkan pemasaran produk-produk UMKM, khususnya yang bergerak di industri kreatif, melalui e-commerce. Pasalnya, saat ini usaha kreatif sangat potensial dilirik pasar dalam negeri bahkan internasional.

Melihat peluang itu, Pemprov Jabar menggandeng platform Blibli.com untuk mendorong hal tersebut. Sekda Jabar Iwa Karniwa mengaku pihaknya memang memiliki keterbatasan dalam mendorong UMKM dari segi pemasaran.

Ia menuturkan, penyumbang roda perekonomian di Jabar, 90 persennya merupakan UMKM. Sejauh ini industri kreatif memang menjadi salah satu unggulan produk-produk UMKM yang bersaing di lokal maupun nasional.


Dorong Industri Kreatif, Pemprov Jabar Gandeng Blibli.comFoto: Mukhlis Dinillah/detikINET

"Yang jadi masalah itu dari sisi pemasaran kalau produksi atau kemasan sudah bisa. Pemprov Jabar mempunyai keterbatasan di bidang pemasaran dan alhamdulilah kita mempunyai partner salah satunya Blibli.com," kata Iwa kepada wartawan dalam kegiatan The Big Start Season 4 di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (12/7/2019).

Menurutnya, di era digitalisasi pemasaran produk melalui platform perdagangan online sangat penting. Sehingga pihaknya akan mendukung penuh UMKM di Jabar memperluas pasarnya melalui Blibli.com.




"Di era milenial tentu proses pemasaran dengan cara yang digital pula makanya di acara The Big Start Indonesia season 4 ini kita dorong penuh dan dukung penuh," ungkap dia.

Deputy CMO Blibli.com Andy Adrian mengakui produk-produk lokal saat ini sangat diminati pasar nasional. Muncul kecenderungan konsumen khususnya di blibli.com mempunyai kebanggaan ketika menggunakan produk dalam negeri.

Dorong Industri Kreatif, Pemprov Jabar Gandeng Blibli.comFoto: Mukhlis Dinillah/detikINET

"Kita lihat memang ada pelonjakan dari sisi produk lokal karena orang Indoensia semakin punya pride sendiri ada kebanggaan ketika mengggunakan produk lokal," ucap dia di lokasi yang sama.

Menurutnya produk-produk lokal saat ini harga pasarannya cukup bersaing dan memiliki kualitas mumpuni. Sehingga, wajar saja produk-produk lokal mulai dilirik pasar.

"Harganya memang bersaing bahkan terkadang lebih mahal dari produk luar tapi memang mereka punya kualitas dan ini menjadi hal yang tidak banyak. Itu yang sekarang sedang dicari dengan trensetter penting ini makanya ada selegram, Youtuber ini makin kaya," tutur dia.

Ia menuturkan terjadi lonjakan UMKM di Jabar yang bergabung di platform Blibli.com. Pihaknya melihat potensi itu sangat besar untuk memperluas pasar yang ada.

"Melihat dari Jabar khususnya ini perubahan lumayan cukup besar makanya kita ini awal dari Indonesia dari ke Bandung ini wadahnya umkm yang ada di sini besar sekali. Kita memberikan channel lebih besar marketnya. Banyak yang bisa kita kolaborasikan," ujar Andy.

Terkait itu, salah satu dukungan nyata Blibli.com adalah melalui The Big Start (TBS). Kompetisi wirausaha bagi pengusaha kreatif yang tergolong UMKM itu tak cuma mencari creativepreneur muda berbakat melainkan juga pembinaan ke pasar internasional. Pembinaan mulai dari pengemasan, keuangan hingga pemasaran melalui platform digital.




SVP Trade Partnership Merchant Sales Operation dan Development Blibli.com Geoffrey mengatakan, creativepreneur muda yang mengikuti TBS nantinya akan mendapat pembinaan lanjutan. Pihaknya menyediakan wadah khusus bernama Galeri Indonesia.

Dalam prosesnya nanti Blibli.com akan melakukan seleksi untuk membawa produk-produk UMKM tersebut merambah pasar global. Namun, pihaknya akan melihat terlebih dahulu konsistensi dari setiap UMKM tersebut.

"Kita melakukan screening melihat standar quality. Kita menyiapkan planning bawa go internasional. Karena kalau langsung internasional, kita pasti mental tanpa seleksi dulu. Ada bebebrapa UMKM sebenarnya sudah siap," ujar dia.

Dari ribuan creativepreneur yang mendaftar ke thebigstart.blibli.com akan diseleksi menjadi 100 usah kreatif terbaik. Nantinya diseleksi lagi menjadi 20 orang untuk mengikuti beragam pembinaan sebelum ditetapkan 4 orang pemenang yang berhak uang pembinaan sampai Rp 1,3 miliar.





(mud/krs)