Kamis, 04 Jul 2019 16:15 WIB

Presiden Trump Cuma PHP Huawei?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kantor Huawei. Foto: Reuters Kantor Huawei. Foto: Reuters
Jakarta - Sampai saat ini, belum ada yang yakin dengan maksud presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan akan memperingan sanksi pada Huawei. Para perusahaan AS dan China masih kebingungan tentang itu. Apakah Huawei hanya kena PHP alias diberi harapan kosong oleh Trump?

"Dengan permintaan perusahaan teknologi tinggi kita, dan presiden Xi, saya setuju untuk mengizinkan perusahaan China Huawei membeli produk yang tidak berimbas pada keamanan nasional kita," begitu tweet Trump usai bertemu presiden China, Xi Jinping, di Osaka belum lama ini.

Namun sejauh ini, pembatasan pada Huawei untuk membeli komponen atau teknologi AS masih diterapkan. Gedung Putih tidak memberi informasi perusahaan mana yang sudah bisa menjual barang lagi ke Huawei dan kapan hal itu diperbolehkan.




Larry Kudlow, penasehat ekonomi Gedung Putih menyatakan barang yang dapat dijual pada Huawei adalah yang tersedia secara umum. Kemudian dalam kabar terbaru, pejabat senior AS menginformasikan kembali pada Departemen Perdagangan bahwa Huawei masih masuk dalam daftar blacklist.

Beberapa pihak menebak Huawei akan dapat melangsungkan kembali pembelian komponen untuk perangkat seperti smartphone, tapi tidak untuk infrastruktur telekomunikasi. Artinya, AS masih akan menghambat teknologi 5G Huawei.

"Saya pikir pemblokiran akan terus ada untuk hal yang dianggap sensitif pada keamanan nasional, yaitu infrastruktur telekomunikasi," sebut Sam Sacks, pakar sekuriti siber di New America.

Chip seperti Qualcomm, Intel ataupun software semacam Android dan Windows kemungkinan dapat kembali dimanfaatkan Huawei. Tapi sampai lampu hijau dinyalakan dengan informasi yang jelas, barulah bisnis itu dapat dilanjutkan. Saat ini, bisnis dengan Huawei masih ilegal.

Baik Google maupun Microsoft belum dapat memastikan apakah mereka boleh lagi membuka hubungan dengan Huawei. Dan Huawei sejauh ini juga tak bisa banyak berkomentar. Mungkin itulah yang membuat pendiri Huawei, Ren Zhengfei, terkesan tak begitu peduli dengan pernyataan Trump.

Dalam wawancara dengan Financial Times, Ren menyatakan tidak akan ada dampak besar bagi Huawei terkait kebijakan baru Trump. Terlebih pihaknya pada saat ini sudah mempersiapkan diri menghadapi era baru di mana pemerintah AS sudah tidak ramah lagi pada mereka.




"Pernyataan Presiden Trump bagus buat perusahaan-perusahaan Amerika. Huawei juga mau untuk meneruskan membeli produk dari perusahaan Amerika," cetus Ren yang dikutip detikINET dari Reuters.

"Tapi kami tidak melihat banyak imbas dari apa yang sedang kami lakukan. Kami masih akan fokus untuk melakukan pekerjaan kami dengan baik," tambah dia.



(fyk/krs)