Minggu, 23 Jun 2019 10:02 WIB

AS Tambah 5 Perusahaan China ke Daftar Hitam

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi bendera Amerika Serikat. (Foto: Tom Pennington/Getty Images) Ilustrasi bendera Amerika Serikat. (Foto: Tom Pennington/Getty Images)
Jakarta - Hubungan Amerika Serikat (AS) dengan China makin runcing. Departemen Perdagangan AS baru saja menambah lima entitas perusahaan asal China ke dalam daftar hitam alias blacklist mereka.

Menariknya, pengumuman daftar hitam perusahaan ini dilakukan menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di KTT G20 yang berlangsung pada 28-29 Juni ini di Osaka, Jepang.


Dikutip New York Times, Minggu (23/6/2019) kelima perusahaan yang dimaksud terdiri dari empat perusahaan dan satu lembaga yang di antaranya Sugon pembuat superkomputer beserta tiga anak perusahaannya yang merancang microchip, yakni Higon, Chengdu Haiguang Integrated Circuit, dan Chengdu Haiguang Microelectronics. Terakhir, Wuxi Jiangnam Institute of Computing Technology.

Disebutkan Departemen Perdagangan AS bahwa mereka memimpin pengembangan komputasi kinerja tinggi China, beberapa digunakan dalam aplikasi militer, seperti mensimulasikan ledakan nuklir. Dasar itu yang menurut AS, kelima entitas tersebut dapat menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional.

Pemerintah AS ini sekaligus menegaskan kalau entitas yang termasuk di-blacklist melarang membeli komponen dari perusahaan negeri Paman Sam. Diketahui, di antara mereka yang ditambahkan ke daftar hitam merupakan mitra usaha patungan Advanced Micro Devices (AMD) Higon.


Langkah ini bisa berdampak pada lumpuhnya perusahaan China tersebut yang ketergantungan pada chip buatan AS dan teknologi lainnya dalam membuat elektronik canggih.

Sebelumnya, Departemen Perdagangan AS juga pada bulan lalu menerapkan kebijakan yang mengawali ke tangan AS-China jadi runcing dengan memasukkan Huawei ke daftar hitam. Aksi itu memicu perang dagang antara AS-China yang melibatkan banyak perusahaan global. (jsn/jsn)