Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kelompok Ultra Elite Yakin Manusia Kerja-Tinggal di Ruang Angkasa

Kelompok Ultra Elite Yakin Manusia Kerja-Tinggal di Ruang Angkasa


Aisyah Kamaliah - detikInet

SpaceX vs Blue Origin, Mana yang Lebih Maju?
Foto: The Economic Times
Jakarta -

Ramalan dari kelompok ultra elite alias manusia top 0,0001% di dunia sering kali di luar nalar. Elon Musk, Jeff Bezos, hingga Sam Altman, pernah menuturkan bahwa mereka percaya manusia akan bekerja bahkan tinggal di ruang angkasa.

Kita mulai dari Elon Musk. Dia sering kali membahas soal kemungkinan manusia menjadi penjelajah ruang angkasa yang hebat.

"Jika kita mampu membuat kehidupan mandiri di Mars, kita akan melewati salah satu filter terbesar. Itu kemudian membuat kita menjadi (penjelajah) antarbintang," ujar Musk ketika membalas tweet seseorang, pada 25 November 2021.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bumi berusia sekitar 4,5 miliar tahun, tetapi kehidupan masih belum multiplanet dan sangat tidak pasti berapa banyak waktu yang tersisa untuk menjadi begitu," sambungnya.

Sementara itu, Founder Amazon dan Blue Origin Jeff Bezos pernah mengusulkan untuk memindahkan industri berpolusi ke luar Bumi. Tujuannya untuk menjaga planet kita tetap bersih.

ADVERTISEMENT

"Pada akhirnya kita harus memindahkan semua industri berat kita keluar dari Bumi... Kita perlu mengambil semua industri berat, semua industri yang menghasilkan polusi, dan memindahkannya ke luar angkasa. Dan menjaga Bumi tetap menjadi planet permata yang indah seperti sekarang ini," ucap Bezos dalam wawancara bersama MSNBC pada Juli 2021.

Lebih lanjut, CEO OpenAI Sam Altman memperkirakan manusia akan bekerja di ruang angkasa dalam sepuluh tahun lagi. Ini dikatakannya kepada video journalist Cleo Abram pada pertengahan 2025.

"Di tahun 2035, mahasiswa yang lulus kuliah -- jika mereka masih kuliah -- bisa saja pergi menjalankan misi menjelajahi tata surya dengan pesawat luar angkasa dalam pekerjaan yang sepenuhnya baru, menarik, bergaji sangat tinggi, dan sangat menarik," kata Altman.

Kini, pendiri sekaligus CEO Voyager Technologies, Dylan Taylor, memberikan dukungannya. Ia bahkan menetapkan jadwal waktu yang sangat dekat untuk hal tersebut.

Menurut Taylor, kita bisa saja melakukan perjalanan pulang-pergi ke Bulan dalam kurun waktu satu dekade. "Manusia pasti akan tinggal dan bekerja di luar angkasa," tutur eksekutif industri antariksa yang juga seorang miliarder itu secara eksklusif kepada Fortune.

"Langkah berikutnya adalah Bulan. Hal itu akan terjadi pada tahun 2030-an, kemungkinan besar di awal tahun 2030-an," tambah Taylor.

Taylor meyakini manusia akan memiliki pangkalan di Bulan, dengan orang-orang yang tinggal dan bekerja di sana. Manusia nantinya akan bisa menengadah ke arah Bulan dan melihat cahaya-cahaya di permukaannya sebagai tanda adanya kehidupan lain di sana.



(ask/ask)




Hide Ads