Di Indonesia
Autodesk Targetkan 10% Pendapatan dari Produk Vertikal
- detikInet
Jakarta -
Autodesk melalui distributornya di Indonesia, PT Optima Solusindo Informatika, menargetkan 10 persen pendapatan keseluruhan berasal dari produk vertikal. Pernyataan itu diungkap oleh Business Developer Manager PT Optima Solusindo Informatika Victor Herlianto."Target kami agar user tahu kalau Autodesk bukan hanya menawarkan Autocad saja yang bersifat general, tapi yang lebih spesific ke segmen produk vertikal. Untuk produk vertikal ini kami targetkan 10 persen dari penjualan total," kata Victor ketika dihubungi detikinet lewat ponselnya, Jumat (7/10/2005). Ketika ditanya berapa besar target penjualan total hingga akhir tahun, Victor enggan memaparkannya. "Tapi dalam 6 bulan ke depan, kami akan tingkatkan target (produk vertikal-red) itu menjadi 30 persen," harapnya.Sedangkan produk vertikal yang dimaksud Victor ialah pengembangan dari software Autocad yang lebih spesific ke segmen tertentu seperti building (struktur bangunan-red), manufaktur dan infrastruktur. Selain Victor, detikinet juga menghubungi Sales Manager PT Optima Solusindo Informatika, Imelda Wirapranata. Menurut dia, Autocad memang bisa dipergunakan untuk semua program arsitektur yang bersifat general, tapi tidak untuk parametric desain."Dulu Autocad bisa untuk semua, tapi tidak untuk parametric design," kata Imelda. "Jadi dengan produk vertikal ini, bisa meningkatkan efisiensi dan produktiftas kerja," ujarnya berpromosiImelda juga bercerita tentang konsep sederhana perbedaan antara Autocad yang general dengan produk vertikalnya. "Taruhlah kalau kita mau menggambar suatu benda, tentukan ada dimensi. kalau di Autocad ada panjang, lebar, tinggi," Imelda mendeskripsikan. "Kalau ada perubahan harus diulang dari awal, tidak otomotis berubah. Sedangkan kalau yang produk vertikal, kalau ada perubahan kita tinggal masukkan angka saja," kata Imelda yang menyebut hal itu sebagai perumpamaan saja.Menurut Imelda, produk vertikal Autodesk itu terbagi tiga yakni Revit, Inventor dan Civil 3D. Produk Revit dikhususkan untuk arsitektur gedung dan layout bangunan. Sedangkan Inventor untuk mesin manufaktur. Di Indonesia, Optima menyediakan kedua produk komersial ini dan edukasinya.Yang terakhir, Civil 3D untuk teknik sipil yang membangun infrastrukur. Di Indonesia, Optima mengaku hanya memegang hak untuk program edukasinya saja.
(rouzni/)