Selasa, 28 Mei 2019 10:41 WIB

Masalah Huawei Jadi Berkah buat Nokia

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Logo Nokia. Foto: David Ramos/Getty Images Logo Nokia. Foto: David Ramos/Getty Images
Jakarta - Masuknya Huawei dalam daftar hitam Amerika Serika diakui oleh Nokia dapat memberikan keuntungan baginya. Hal ini diungkapkan langsung oleh CEO Nokia Rajeev Suri.

Ia mengatakan bahwa ini menjadi peluang jangka panjang bagi Nokia. Hal ini terkait dengan pembatasan vendor asal China itu dalam mendapat pasokan produk maupun layanan dari perusahaan asal Negeri Paman Sam.




"Tapi lebih dari itu, sulit untuk mengatakannya pada saat ini," ucapnya, sebagaimana detikINET kutip dari South China Morning Post, Selasa (28/5/2019).

Huawei dan Nokia memang punya rivalitas dalam sektor fasilitas telekomunikasi. Keduanya, secara berurutan, menguasai pangsa pasar sebesar 28% dan 17% pada 2018 lalu, berdasarkan data dari firma riset Dell'Oro Group. Ini membuat mereka menjadi yang terdepan di sektor tersebut.

Pembatasan yang dijatuhi terhadap Huawei tentu memberikan keuntungan Nokia dalam mengamankan kontrak penyediaan 5G dengan sejumlah negara. Keuntungan yang sama juga berlaku bagi Ericsson, penguasa 13% market share untuk urusan fasilitas telekomunikasi global sepanjang 2018.

Hal ini pun sudah mulai terlihat. Baru-baru ini, Nokia dilaporkan segera meneken kontrak dengan operator U Mobile Malaysia untuk menyediakan layanan 5G yang uji cobanya dijadwalkan bakal berlangsung tahun ini.

Secara keseluruhan, Nokia mengklaim sudah mengamankan 37 kontrak 5G komersial, sedikit lebih banyak dari Huawei yang baru meneken 30 kontrak, Sedangkan Ericsson sudah mengumumkan pihaknya sudah mendapatkan 16 kontrak.




Selain bersaing dengan Huawei dan Ericsson di fasilitas telekomunikasi, Nokia juga sedang terus berusaha di sektor ponsel. Secara global, ia berada di peringkat 9 dengan angka pengapalan mencapai 17,5 juta unit sepanjang 2018, peningkatan sebesar 126% dibanding tahun sebelumnya.

Meski begitu, pangsa pasar Nokia di seluruh dunia masih 1%. Walau demikian, ia memang jadi satu dari sedikit vendor yang menunjukkan peningkatan pengapalan, yang bahkan tidak dapat dicapai oleh nama-nama besar seperti Apple.



Tonton juga video Donald Trump Kasih Kelonggaran untuk Huawei:

[Gambas:Video 20detik]

(mon/krs)