Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Inkjet Lebih Diminati
Tak berkembang, Canon Tak Ngoyo di Printer Laser
Inkjet Lebih Diminati

Tak berkembang, Canon Tak Ngoyo di Printer Laser


- detikInet

Jakarta - Printer laser relatif kurang diminati belakangan dibanding printer inkjet. Pangsa pasarnya diperkirakan tak berkembang. Canon pun tak mau ngoyo menargetkan penjualan. Ada apa?"Market size printer laser tahun 2004 dengan tahun 2005, tidak berubah. Tetap statis di 50.000," ujar Merry Harun, Director Canon Division PT Datascrip ketika dihubungi detikinet, Rabu (5/10/2005). Menurut Merry, pangsa pasar printer laser di kisaran 50.000 untuk beberapa tahun, relatif statis. Menurutnya, tak adanya pertumbuhan pasar di printer laser memang kurang menggembirakan apabila dibandingkan dengan pasar inkjet yang terus meningkat dari tahun ke tahun.Dari data yang diberikan Merry sebelumnya, pasar printer inkjet terbagi dua. Printer inkjet multifungsi dan fungsi tunggal. Untuk printer inkjet multifungsi pada 2005, pasar diperkirakan sebesar 140.000. Jumlah itu meningkat secara signifikan, karena pada tahun sebelumnya hanya 56.000. Bahkan pada 2006, pangsa pasar itu diperkirakan meningkat hingga 300.000. Sedangkan untuk pasar printer inkjet yang fungsi tunggal, pada 2005 ini pasarnya sudah mencapai 1,1 juta."Dari besaran pasar 50.000, kita hanya menargetkan 6.000 printer laser kami terjual," kata Merry kemarin di Hotel Ritz Carlton Jakarta. Dengan target 6.000 dari 50.000, berarti Canon melalui distributor tunggalnya di Indonesia yakni PT Datascrip, untuk pangsa printer laser hanya mengincar 12 persen pangsa pasar printer laser tersebut."Laju pertumbuhan printer laser statis, nggak berkembang. Paling penggunaannya hanya untuk back office saja," ujar Merry memberi alasan. "Dulu laser dipilih karena kecepatannya, tapi yang inkjet saja sekarang tak kalah cepatnya," paparnya memperjelas.Merry memaparkan beberapa perbedaan yang menjadi penyebab turunnya minat pasar terhadap printer laser. Menurutnya, untuk mencetak pada printer laser, menggunakan toner yang berbentuk bubuk dan harganya relatif lebih mahal. Lagipula, lanjut Merry, 65 persen produk printer laser masih monokrom alias belum bisa cetak berwarnaSedangkan untuk printer inkjet, kata Merry, menggunakan tinta yang berbentuk cair, dan bagus untuk mencetak foto. "Kecepatan sudah sama, tapi harga lebih murah inkjet," paparnya lagi.Meski pasar printer laser kian lesu bak orang yang sedang menjalankan puasa pada hari pertama, Merry masih menjanjikan layanan purna jual seluruh produk keluaran Canon dan jaminan ketersediaan produk tambahan."Untuk produk seperti printer lama atau printer Canon apapun, tinta tetap kita keluarkan. Bahkan untuk produk keluaran 10 tahun yang lalu," janjinya.Hingga saat ini, Canon juga memiliki 38 Service Center di 25 kota besar di Indonesia. Hingga akhir tahun, Canon juga berencana menambah 3-5 Service Center lagi. (rouzni/)





Hide Ads