Sabtu, 11 Mei 2019 21:38 WIB

Jack Ma Cetuskan '669', Kode untuk Banyak Bercinta

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
Hangzhou - Belum lama ini Jack Ma mengundang kontroversi karena mendukung sistem 996, kerja dari jam 9 pagi sampai 9 malam 6 hari seminggu. Nah, pendiri Alibaba itu kini melontarkan sistem 669.

Akan tetapi 669 bukan merujuk pada pekerjaan melainkan waktu bercinta antara suami istri. Yaitu sebanyak 6 kali dalam 6 hari. Sementara angka 9 merujuk pada durasi waktu yang lama.

Hal itu dikatakan Ma pada ratusan karyawan Alibaba yang baru saja menikah. Mereka mengadakan upacara di kantor pusat Alibaba di Hangzhou di mana Ma memberi beragam wejangan.




Pesan utama tahun ini adalah agar para pengantin baru punya lebih banyak anak. "Tujuan pernikahan adalah untuk memiliki hasil. Harus ada produk. Apa produk itu? Punya anak," kata Ma.

Ada sekitar 15 juta bayi lahir di China tahun silam, angka terendah sejak 1961. Beijing yang lama mewajibkan keluarga hanya punya satu anak telah melonggarkan aturan di 2016, di mana beberapa anak kini bukan masalah.

Pasalnya, populasi China makin menua dan dikhawatirkan bakal mengganggu perekonomian. Tapi tidak serta merta pasangan ingin punya banyak anak teekait makin melambungnya biaya kebutuhan hidup.

Ma sendiri mengatakan memiliki anak merupakan investasi lebih bagus ketimbang membeli rumah. "Pernikahan bukan untuk mengumpulkan harta, bukan untuk beli rumah, beli mobil, tapi untuk punya anak bersama-sama,"




"Selalu ingat bahwa semuanya bisa saja palsu. Hanya anak-anaklah yang nyata. Maka milikilah lebih banyak anak," tandasnya yang dikutip detikINET dari Yahoo Finance.

Ia menambahkan membina keluarga yang baik sekaligus bekerja keras bisa dilakukan. "Ketika matahari bersinar, kalian harus memperbaiki atap. Ketika kalian muda dan kuat, milikilah banyak anak," ujar salah satu orang terkaya di dunia itu.

Tentu saja tidak semua setuju dengan pendapat Ma. "Bekerja 996 sembari hidup 669? Tak seorang pun bisa melakukannya," demikian sebuah komentar netizen setempat.


(fyk/krs)