Rabu, 27 Feb 2019 21:55 WIB

Laporan dari Bangkok

Apresiasi Go-Jek, Rudiantara: Bangga Gitu Lho

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET
Bangkok - Go-Jek, salah satu unicorn Indonesia, sudah berekspansi ke sejumlah negara. Mengatasnamakan pemerintah, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan rasa bangga.

Pada hari Rabu (27/2/2019) ini Go-Jek sudah resmi mengaspal di Thailand dengan nama Get. Sebelumnya layanan ride-hailing ini juga sudah melebarkan sayapnya ke Vietnam dan Singapura, sementara masih berusaha mengatasi kendala di Filipina.

Kabar teranyar menyebutkan bahwa Go-Jek kini juga tengah melakukan riset pasar di tiga negara yakni Malaysia, Myanmar, dan Kamboja selain tetap berupaya untuk masuk ke Filipina.




Menkominfo Rudiantara, yang hadir langsung di Bangkok, Thailand, dalam acara peresmian meluncurnya Go-Jek di Thailand dengan nama Get, tak sungkan memberikan apresiasi tinggi.

"Di Indonesia banyak ada perusahaan besar tapi boleh dikatakan hampir tidak ada yang menjadi MNC, multinational company. Mereka jago kandang semua," kata Rudiantara.

"Saya atas nama pemerintah itu bangga gitu lho, bahwa ada perusahaan Indonesia yang menjadi multinational company. Ada di Vietnam, ada di Thailand, ada di Singapura, soon juga mungkin negara-negara lain di ASEAN," ujarnya menambahkan.




Pria yang kerap disapa Chief RA ini mengatakan bahwa ekspansi Go-Jek turut mengindikasikan bahwa perusahaan Indonesia telah semakin dipercaya di level regional dan internasional.

Ia juga berpendapat, pencapaian Go-Jek ini dapat terwujud karena model bisnis mereka yang tidak konvensional dan tidak berbasis aset. Chief RA mengatakan bahwa model bisnis ini lebih memudahkan perusahaan seperti Go-Jek untuk melakukan "leapfrog".

Ia pun mengaku dirinya sering memamerkan pencapaian Go-Jek kepada menteri-menteri di ASEAN. Tapi ia juga berharap kolaborasi seperti yang dilakukan Go-Jek dengan Get di Thailand dapat dilakukan di negara-negara ASEAN lainnya.

"Ini kita lebih baik saling membuka di antara kita negara-negara ASEAN. Kalau kita tidak mulai, trust me, someone else from other regions itu akan datang ke ASEAN," jelasnya.




(vim/krs)