Selasa, 19 Feb 2019 16:57 WIB

Asosiasi e-Commerce Prediksikan Ada 2-3 Unicorn Baru di 2021

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Ketua Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung memprediksikan lahirnya 2-3 unicorn baru dalam dua tahun mendatang alias tahun 2021.

Saat ini topik unicorn tengah hangat diperbicangkan setelah turut disebut dalam Debat Pilpres 2019 yang kedua. Istilah itu sendiri merujuk pada startup dengan valuasi lebih dari USD 1 miliar atau Rp 14 triliun. Saat ini Indonesia sudah punya empat startup yang berada di level unicorn, yaitu Bukalapak, Go-Jek, Traveloka, dan Tokopedia.




Nah, dalam dua tahun mendatang 2-3 startup unicorn lain diprediksikan bakal lahir di Indonesia. Untung juga menyebut bahwa e-commerce yang ada saat ini berpeluang jadi unicorn baru asalkan memenuhi tiga syarat yakni transaksi besar, frekuensi transaksinya cukup sering, dan jangkauan konsumennya cukup besar.

"Marketplace bisa menjadi unicorn, cuma saya melihat yang jadi unicorn itu yang existing player, bukan yang baru. Kalau benar-benar baru dari nol, terus jadi unicorn, itu harus melewati yang 10 (marketplace) ini dulu, yang 10 ini saja baru dua yang jadi unicorn," tutur Untung.




Berdasarkan kriteria startup untuk jadi unicorn, Untung melihat bahwa startup yang menghadirkan layanan ticketing berpeluang jadi unicorn selanjutnya. "Apalagi anak-anak sekarang suka traveling."

Kemudian perusahaan rintisan digital yang melayani e-Wallet juga berpeluang bergabung dengan Go-Jek cs sebagai unicorn Indonesia.

"Kalau lihat dari frekuensi memenuhi syarat, kedua volume transaksi lumayan totalnya besar dan coverage audiensnya lumayan besar juga. Itu sih yang saya lihat ke depannya jadi unicorn juga," pungkasnya.




(agt/krs)