Kamis, 10 Jan 2019 09:35 WIB

Perusahaan Goyah, CEO Apple Malah Diganjar Rp 220 Miliar

Virgina Maulita Putri - detikInet
CEO Apple, Tim Cook. Foto: Getty Images CEO Apple, Tim Cook. Foto: Getty Images
Jakarta - Apple belakangan ini dirundung masalah setelah menurunkan proyeksi pendapatan untuk kuartal tahun 2019. Kepercayaan analis dan investor pun menurun terhadap saham Apple yang kemudian berujung dengan anjloknya nilai saham dan valuasi perusahaan.

Tapi, di tengah-tengah masalah tersebut CEO Apple, Tim Cook justru mendapat kenaikan kompensasi dari Apple. Pada tahun 2018, ia memperoleh total pendapatan sebesar USD 15,6 juta (Rp 220 miliar) yang ia peroleh dari gaji, insentif, dan kompensasi lainnya.

Dilansir detikINET dari CNET, Kamis (10/1/2019) jumlah ini merupakan kenaikan sekitar 22% dari pendapatannya di tahun 2017.

Secara detail, gaji utama Cook sebesar USD 3 juta. Ia juga mendapatkan insentif sebesar USD 12 juta yang jumlahnya ditentukan berdasarakan performa serta pencapaian yang berhasil dicapai Apple dalam setahun. Apple sendiri berhasil memenuhi target pendapatan dan pendapatan operasional, yang keduanya naik sekitar 16% dari tahun sebelumnya.



Ia memperoleh pula kompensasi lainn termasuk kontribusi 401(k), pembayaran asuransi kehidupan, dan pembelian waktu liburan sebesar USD 57.692. Cook juga mendapat uang transportasi pribadi sebesar USD 294.082.

Apple juga menjelaskan bahwa rata-rata pendapatan untuk pegawai Apple sebesar USD 55.426. Hal ini menjadikan pendapatan Cook mencapai 283 kali lebih besar dari gaji rata-rata pegawai Apple.

Selain Cook, eksekutif Apple lainnya juga mendulang duit tak kalah banyak. Eksekutif seperti COO Jeff Williams, CFO Luca Maestri, General Counsel Kate Adams dan bos retail Angela Ahrendts mendapatkan total pendapatan lebih dari USD 26 juta dengan tambahan hadiah saham masing-masing sebesar USD 21 juta.

"Kami percaya kompensasi yang kami bayarkan kepada pegawai eksekutif untuk tahun 2018 dengan tepat mencerminkan dan menghargai kontribusi mereka terhadap kinerja kami," tulis Apple dalam laporannya kepada SEC.
(vim/fyk)