Jumat, 21 Des 2018 18:17 WIB

Grab Menatap 2019: Tambah Layanan Sampai Fitur Keamanan

Robi Setiawan - detikInet
Foto: Grab Foto: Grab
Jakarta - Memasuki penghujung 2018 penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi Grab mencatatkan valuasi USD 11 miliar. Ini menjadikan Grab sebagai yang pertama dan satu-satunya startup berlabel decacorn di Asia Tenggara.

Untuk mendukung pengembangan layanan, Grab pun membuka pusat R&D ke-7 di Kuala Lumpur dan berencana menambah 1.000 pekerjaan teknologi untuk mendukung upaya pengembangan.

Lebih lanjut, sebagai bagian dari rencana perusahaan pada 2019, Grab Country Head Malaysia Sean Goh mengatakan Grab akan menghadirkan lebih banyak fitur keselamatan yang digerakkan oleh teknologi. Misalnya dapat mengetahui pola kebiasaan pengemudi.

"Kami memulai proyek percontohan telematika tahun ini, yang melihat pola mengemudi dari pengemudi, apakah mereka mengemudi terlalu cepat atau ngebut. Tergantung pada tingkat keparahan kasusnya, kami akan menyarankan dan memberikan driver kami tips tentang kebiasaan mengemudi mereka," seperti dilansir dari techwireasia, Jumat (21/12/18).




Goh menambahkan perusahaan juga berupaya untuk meningkatkan fitur keamanan bagi mitra pengemudi mereka di tahun depan. Salah satu teknologi yang sedang dikembangkan adalah teknologi pengenalan wajah yang akan memanfaatkan kamera smartphone untuk mengidentifikasi penumpang yang menggunakan platform tersebut.

Selain keamanan, pada 2019 Grab juga menurutnya akan menambahkan lebih banyak lagi layanan sesuai permintaan di platformnya, untuk meningkatkan statusnya sebagai super app. Ia berencana untuk mendatangkan pemimpin pasar global dan regional melalui GrabPlatform, kemampuan baru yang memungkinkan vendor untuk mengintegrasikan layanan mereka dengan Grab.

Di antara merek yang dijadwalkan untuk ditampilkan pada Grab tahun depan termasuk platform pemesanan hotel Booking.com, penyedia layanan kesehatan Ping An Good Doctor, dan layanan pengiriman bahan makanan Happy Fresh.

"Ada beberapa kategori di mana ada pemain yang cocok. Tetapi banyak kategori lain, kami melihat pasar yang terpecah di mana kami tahu tiga pemain teratas dari Malaysia berbeda dari tiga pemain teratas di Indonesia," ungkapnya.

Goh pun menyebut dalam hal kenyamanan pengguna akan terus jadi prioritas Grab. Baginya dalam hal ini tidak ada kompromi untuk selalu memberikan layanan yang penggunanya sukai.


(prf/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed