Kamis, 15 Nov 2018 05:52 WIB

Uber Umumkan Telan Kerugian Rp 15 Triliun

Fino Yurio Kristo - detikInet
Aplikasi Uber. Foto: DW (News) Aplikasi Uber. Foto: DW (News)
Jakarta - Uber kembali membukukan kerugian besar. Pionir transportasi online ini mengumumkan menelan rugi USD 1,07 miliar atau di kisaran Rp 15,7 triliun dalam periode keuangan 3 bulan yang berakhir pada 30 September 2018.

Dikutip detikINET dari Reuters, kerugian itu meningkat 20% dari kuartal sebelumnya. Namun kabar baiknya, merosot 27% dari tahun sebelumnya, ketika perusahaan sedang kisruh karena kontroversi yang melingkupi sang pendiri, Travis Kalanick. Kalanick mundur dari posisi CEO digantikan Dara Khosrowshahi.

Adapun booking untuk transportasi online dan layanan pengantaran cuma tumbuh 6%. Uber berencana mengembangkan terus layanan pengantaran makanan sampai sewa sepeda listrik untuk menumbuhkan performa perusahaan.



Adapun pendapatan total Uber tercatat di angka USD 2,95 miliar, naik sebanyak 5% dari kuartal sebelumnya dan 38% dari tahun lalu.

Saat ini, Uber adalah salah satu startup paling bernilai di dunia dengan valuasi sekitar USD 76 miliar. Namun tekanan semakin berat untuk membuktikan mereka dapat meraih keuntungan dan memuaskan investor menjelang Initial Public Offering (IPO) tahun depan.

"Kami memiliki kuartal yang kuat. Di pasar dengan potensi tinggi seperti India dan Timur Tengah, kami terus memantapkan posisi kami sebagai leader," ucap Nelson Chai, Chief Financial Officer Uber.

Namun situasi ekonomi dan kerugian yang terus mereka derita mungkin akan membuat Uber merger dengan rival di wilayah tersebut. Sebelumnya, Uber juga telah meninggalkan pasar Asia Tenggara.

(fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed