Minggu, 28 Okt 2018 17:05 WIB

Tunggakan Miliaran Dolar Apple di Balik Valuasi USD 1 Triliun

Virgina Maulita Putri - detikInet
Apple dikabarkan masih memiliki tunggakan kepada Qualcomm walau valuasinya sudah menembus langit. Foto: Stephen Lam/Reuters Apple dikabarkan masih memiliki tunggakan kepada Qualcomm walau valuasinya sudah 'menembus langit'. Foto: Stephen Lam/Reuters
Jakarta - Qualcomm menyebut bahwa Apple menunggak pembayaran royalti paten sebesar USD 7 miliar (Rp 106 triliun). Tuduhan ini dilayangkan Qualcomm saat sidang mengenai kasus hukum yang melibatkan kedua perusahaan tersebut.

Dilansir detikINET dari Reuters, Minggu (28/10/2018), Apple dan Qualcomm terlibat dalam serangkaian kasus hukum sejak 2017. Saat itu, Apple menuntut Qualcomm sebesar USD 1 miliar (Rp 15 triliun).


Sejak kasus hukum di antara keduanya, Apple telah menahan pembayaran royalti kepada Qualcomm. Pada April lalu, Apple dan supplier-nya menahan USD 1 miliar dalam pembayaran royalti.

Namun, berdasarkan tuduhan terbaru Qualcomm, sepertinya jumlah royalti yang belum dibayarkan Apple semakin membengkak. Apple sendiri masih memperdebatkan jumlah royalti yang harus mereka bayarkan kepada Qualcomm.

Apple pertama menuntut Qualcomm karena dianggap melakukan praktik lisensi paten yang tidak adil. Karena Qualcomm mengharuskan Apple untuk membayar dua kali untuk paten yang sama, yaitu saat Apple menggunakan chip milik Qualcomm di iPhone dan membayar lagi dalam bentuk royalti paten.


Qualcomm sendiri berargumen bahwa praktik bisnis tersebut legal.

Sementara Qualcomm menuding Apple melakukan pelanggaran paten. Sebulan yang lalu, bahkan Qualcomm menuduh Apple mencuri source code-nya dan membocorkannya kepada Intel.

Masih belum jelas siapa yang sebenarnya benar. Tapi jika Apple yang terbukti bersalah, dan memang menunggak miliaran dollar AS ke Qualcomm, tentu ini jadi ironi di balik valuasinya yang sudah melewati USD 1 triliun pada Agustus lalu. (mon/mon)