Sony Genjot Komik Ponsel
- detikInet
Jakarta -
Bisnis komik lewat ponsel ternyata cukup menggiurkan. Setidaknya indikasinya bisa dilihat dari semakin getolnya Sony Pictures Entertainment menghadirkan komik ponsel di Jepang. Jumlah judul yang ditawarkan Sony akan meningkat hingga tiga kali lipat. Dalam waktu satu tahun ke depan, Sony akan meningkatkan judul komik untuk ponsel yang mereka tawarkan menjadi 300 judul. Hal ini diyakini akan mengalahkan jumlah yang ditawarkan pesaing Sony, NTT Solmare dan Toppan Publishing, saat ini. Associated Press yang dikutip detikinet, Selasa (23/8/2005) melansir langkah ini akan menjadikan Sony sebagai provider nomor satu komik 'Manga' Jepang. Meskipun, kedua kompetitornya juga berencana menaikkan jumlah koleksi mereka.Para penonton di Jepang bisa membayar 315 yen (US$2,90) per bulan untuk mendownload lima judul komik Manga karya seniman komik pilihan mereka. (US$1 = Rp 10.040, Sumber: detik.com). Di Jepang, perkawinan antara teknologi ponsel dan Manga merupakan kemajuan yang wajar."Manga adalah khas Jepang, melihat komik lewat ponsel akan menjadi pengalaman yang berbeda dari yang pernah ada," ujar juru bicara Sony, Hidekazu Tanaka.Komik ponsel memakai sebuah teknologi bernama 'Comic Surfing'. Teknologi ini dikembangkan Celsys, perusahaan yang berbasis di Tokyo. Dengan teknologi itu, pengguna ponsel bisa melihat cerita Manga yang ditampilkan halaman per halaman dengan kecepatan dan urutan yang telah diperhitungkan.Bukan hanya itu, format Manga itu juga sudah disesuaikan agar pas dengan layar ponsel yang relatif lebih mungil dari buku komik. Ditambah pop-up dan getaran yang muncul saat adegan aksi, cerita manga tersebut jadi makin mantap. Apalagi ditambah dengan efek suara yang dalam waktu dekat akan segera muncul. Tanaka mengatakan Sony Pictures Entertainment sudah menandatangani kontrak eksklusif dengan sepuluh seniman Manga ternama. Ini termasuk Shigeru Mizuki, pembuat komik 'Gegege no Kitaro'. Karya MIzuki yang menceritakan seorang anak laki-laki 'setan kubur' yang bertarung dengan monster itu adalah komik klasik yang populer di tahun 1970-an . "Kami akan membidik pengguna separuh baya, serta anak belasan tahun," tambah Tanaka. Membidik pasar penggemar Manga dan komik tampaknya akan menjadi potensi menambah keuntungan bagi pengembang konten selular. Lembaga riset Nomura Research Institute dari Jepang memprediksi bahwa maniak Manga menghabiskan sekitar 100 milyar yen (US$906 juta) untuk komik Manga selama tahun 2004.
(wicak/)