Rabu, 10 Okt 2018 16:50 WIB

Grab Tegaskan Pentingnya Safety dan Privasi

Virgina Maulita Putri - detikInet
Grab menegaskan pentingnya safety dan privasi (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET) Grab menegaskan pentingnya safety dan privasi (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta - Setelah viralnya postingan penumpang yang mengaku dicium paksa oleh driver, Grab menegaskan kembali pentingnya aspek kemanan maupun keselamatan (safety) dan privasi buat penyedia layanan ride hailing itu.

Seorang penumpang layanan Grab baru-baru ini dikabarkan mendapat pelecehan dari drivernya. Kabar tersebut juga sudah langsung ditindaklanjuti oleh pihak Grab.

Sehubungan dengan itu, Marketing Director Grab Indonesia Mediko Azwar turut mengingatkan adanya keberadaaan fitur emergency button jika penumpang mengalami gangguan selama perjalanan.




Fitur ini dapat digunakan untuk mengirim pesan dan memberi tahu lokasi kepada orang-orang yang dijadikan sebagai emergency contact ketika penumpang Grab mengalami gangguan.

"Kita kan sudah meluncurkan beberapa lama jadi kita terus juga mengedukasi supaya para pengguna kita mendaftarkan nomer-nomer keluarga atau teman terdekatnya sebagai emergency contact di SOS button," kata Mediko usai peluncuran GrabCar Plus dan SewaGrabCar di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (10/10/18).

Pada kesempatan yang sama, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata juga menegaskan bahwa Grab tetap akan terus berusaha memperbaiki pelayanan dengan fokus pada keamanan dan keselamatan.

"Komitmen kami terhadap safety itu nomer satu. Buktinya kami lakukan dari sisi operasional, teknologi, semua untuk safety dan kita satu-satunnya yang melakukan ini," ujar Ridzki.




"Kita tentunya akan terus memperbaiki hal ini baik melalui operasional maupun melalui feature nanti ke depannya. Kita tidak berhenti di sini saja, kita akan datang dengan safety inisiatives yang lain," ucapnya.

Sehubungan dengan itu, Ridzki juga menekankan bahwa Grab senantiasa menjaga privasi driver dan penumpang terkait dengan kasus yang ada pada saat ini. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat tak mudah percaya terhadap segala macam rumor yang beredar di medsos karena tidak semuanya berdasarkan fakta dan bisa diverifikasi.

"Dalam setiap kasus ini kita sudah punya SoP-nya bagaimana melakukan ini dan menjaga privasi masing-masing pihak. Tapi juga kita mengimbau kepada para masyarakat karena kita tahu banyak sekali beredar di sosial media hal-hal yang tidak diverifikasi," ucapnya.


(krs/jsn)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed