Kamis, 16 Agu 2018 14:58 WIB

'Akal-akalan' Pendiri WhatsApp Biar Dapat Banyak Uang

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jan Koum. Foto: Getty Images Jan Koum. Foto: Getty Images
Jakarta - Pendiri WhatsApp, Jan Koum, sudah mengumumkan pengunduran dirinya pada awal Mei lalu dari jabatan CEO perusahaan tersebut. Namun ternyata sampai sekarang, ia masih berstatus sebagai pegawai WhatsApp.

Dikutip detikINET dari CNBC, Facebook selaku induk perusahaan WhatsApp telah membenarkan bahwa Koum masih bekerja sampai detik ini di WhatsApp. Dikatakan bahwa ia mengurus sejumlah proyek dan membantu transisi kepemimpinan WhatsApp.

Kabarnya, Koum hanya muncul di kantor WhatsApp sebulan sekali. Dan ternyata, ada misi khusus sehingga Koum masih menjadi pegawai Facebook. Yaitu agar pria kelahiran Ukraina ini berhak atas sejumlah besar saham yang bernilai besar.



Jadi, Koum berhak atas sejumlah opsi saham, namun saat ini belum bisa didapat karena belum jadwalnya. Maka untuk mengulur waktu, ia masih berstatus pegawai Facebook dan masih dibayar.

Sejak WhatsApp dibeli Facebook senilai USD 19 miliar pada tahun 2014, Koum secara rutin mendapat jatah opsi saham setiap kuartal yang bernilai sekitar USD 400 juta. Nah pada bulan November nanti, Koum akan mendapatkan opsi saham terakhirnya senilai kurang lebih sama.

Menjelang kepergian Koum, WhatsApp berarti telah kehilangan dua pendirinya. Sebelumnya, Brian Acton yang menggagas WhatsApp bersama Koum lebih dulu lengser.



"Hampir satu dekade sejak Brian dan aku memulai WhatsApp dan ini adalah perjalanan mengagumkan dengan beberapa orang terbaik," tulis Koum dalam ucapan perpisahannya Mei lalu.

"Tapi sekarang adalah waktunya bagiku untuk move on," tulisnya, tanpa menyebut kapan persisnya ia akan meninggalkan WhatsApp.




Tonton juga 'Tahun 2020, Tak Ada Lagi WhatsApp di iOS 7':

[Gambas:Video 20detik]

(fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed