BERITA TERBARU
Senin, 06 Agu 2018 14:35 WIB

Apple Tembus USD 1 Triliun Malah Jadi Bahan Olok-olok

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi gadget Apple. Foto: Gettyimages/Justin Sullivan Ilustrasi gadget Apple. Foto: Gettyimages/Justin Sullivan
Jakarta - Bisa jadi, ini adalah salah satu jurus Apple dalam mencapai valuasi USD 1 triliun. Tapi, apa yang sebenarnya mereka lakukan?

Sebagaimana diketahui, belum lama ini Apple menjadi perusahaan publik asal Amerika Serikat pertama yang valuasinya mampu menyentuh angka USD 1 triliun. Alasannya, nilai sahamnya yang sudah menembus USD 207,04.

Meski begitu, bisa dibilang bukan hanya itu penyebab perusahaan asal Cupertino, California, Amerikat Serikat itu berhasil merengkuh predikat tersebut. Ada satu 'jurus' yang membuat Apple bisa memiliki kapitalisasi pasar sebesar USD 1 triliun.



Salah satunya adalah 'buruknya' kualitas beberapa aksesoris pelengkap yang mereka buat. Satu yang paling mencolok adalah kabel pengisi daya.

Di media sosial Twitter, akun @9GAG menginisiasi derita yang tampaknya dialami banyak Fanboy, julukan pengguna produk Apple, terhadap kualitas kabel charger buatan perusahaan pimpinan Tim Cook tersebut. Aksesoris yang ringkih itu pun tak terbatas untuk iPhone. Pengisi daya MacBook juga mengalami hal serupa.










Mungkin, banyaknya orang yang membeli lagi pengisi daya untuk gadgetnya membuat laba Apple terus meningkat dan secara tak langsung mengantarkan mereka ke valuasi USD 1 triliun, walau tidak sedikit juga yang merasa dirinya 'Macgyver' dan berusaha membenahi charger miliknya dengan alat perekat dan semacamnya.

Entah kualitas karet pelindung pada kabel pengisi dayanya yang memang buruk atau penggunanya saja yang sembrono menggunakannya. Yang jelas, isu ini sempat membuat Apple dituntut agar memberikan program penggantian charger untuk MacBook pada 2011 lalu, tapi kasus tersebut sudah hangus.

Lalu, beberapa netizen juga mengeluhkan soal konektor yang harus digunakan pada beberapa seri iPhone dan MacBook untuk menghubungkan headphone, speaker, atau USB On-The-Go.

Peralihan dari Thunderbolt 2 ke Thunderbolt 3, yang dalam beberapa kesempatan juga membutuhkan konektor, juga dikritik sejumlah warganet.







Dalam salah satu iklan MacBook pun, tampak musisi Grimes menggunakan konektor saat mengoperasikan laptop itu. Hal tersebut pun memperlihatkan vitalnya peran konektor yang, salah satunya, muncul dari ketiadaan jack audio pada beberapa produk Apple.



Jadi, apakah ini strategi tersendiri dari si pembesut iPhone tersebut dalam mendorong pendapatan dan memancing meningkatnya nilai saham mereka? Bagaimana menurut kalian?




Tonton juga 'Top! Apple Jadi Perusahaan AS Pertama Senilai US$ 1 Triliun':

[Gambas:Video 20detik]



Apple Tembus USD 1 Triliun Malah Jadi Bahan Olok-olok
(rns/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Elon Musk Sebaiknya Dilengserkan

    'Elon Musk Sebaiknya Dilengserkan'

    Senin, 20 Agu 2018 08:34 WIB
    Wawancara emosional Elon Musk dengan New York Times cukup mengejutkan. Analis pun menilai investor bisa saja menginginkan sang Iron Man mundur.
  • Gmail Android Bisa Kirim Email Rahasia

    Gmail Android Bisa Kirim Email Rahasia

    Senin, 20 Agu 2018 07:47 WIB
    Pengguna Gmail di Android kini kebagian sebuah fitur baru yang membuat mereka bisa mengirim email dengan attachment secara aman dan rahasia.
  • photo Ini Hasil Jepretan Oppo F9 FotoINET

    Ini Hasil Jepretan Oppo F9

    Senin, 20 Agu 2018 07:00 WIB
    Salah satu keunggulan yang ditawarkan Oppo F9 adalah sektor kameranya. detikINET sempat menjajal kemampuan kamera ponsel ini, berikut hasilnya!
  • Remaja Curi Data 90 GB dari Server Apple

    Remaja Curi Data 90 GB dari Server Apple

    Minggu, 19 Agu 2018 21:44 WIB
    Seorang remaja asal Melbourne, Australia menghadapi tuntutan hukum setelah mengakses jaringan backend milik Apple selama beberapa kali dan mencuri data.
  • Mantan Karyawan Ungkap Sisi Lain Tesla

    Mantan Karyawan Ungkap Sisi Lain Tesla

    Minggu, 19 Agu 2018 21:13 WIB
    Martin Tripp, seorang mantan karyawan Tesla, memposting sejumlah foto yang ia klaim diambilnya dari dalam pabrik Tesla yang berada di Nevada, Amerika Serikat.