Dikutip detikINET dari STCars, Go-Jek disebutkan akan berhati-hati dalam memasuki pasar Singapura. Pasalnya regulator di negeri itu termasuk ketat dalam menegakkan peraturan, buktinya belum lama ini mereka menyatakan merger Uber dan Grab berpotensi monopoli.
"Saat ini, memulai operasi di negara ini mengandung risiko signifikan terkait kondisi pasar dan biaya tinggi. Kami harus memahami level risiko tersebut sebelum melakukan finalisasi rencana kami," kata presiden Go-Jek, Andre Soelistyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepeninggal Uber, memang praktis Grab yang mendominasi pasar transportasi online Singapura. Memang ada beberapa pemain ride sharing lain seperti Tude, Filo, Kardi dan Jugnoo. Namun hanya Go-Jek yang dinilai dapat memberi perlawanan pada Grab.
Belum diinformasikan kapan tepatnya layanan Go-Jek menyambangi Singapura. Andre hanya menyebutkan dalam beberapa bulan ke depan. Sedangkan rekrutmen pegawai dilaporkan telah dimulai dengan target ratusan.
Layanan pertama yang bakal ditawarkan di Singapura kabarnya adalah transportasi dan logistik. Baru kemudian layanan lainnya seperti Go-Food.
Di Vietnam, Go-Jek yang mengusung merek Go-Viet sudah siap meluncur dan sekarang menawarkan uji coba gratis di kota Ho Chi Minh City. Sedangkan di Thailand, Go-Jek yang memakai merek Get sepertinya sudah melakukan finalisasai untuk merilis layanannya.
Baca juga: Tarif Go-Jek di Vietnam Murahnya Bikin Kaget |
Tonton juga video: 'Melihat Penampakan Jelmaan Go-Jek di Vietnam'
(fyk/fyk)