Senin, 02 Jul 2018 23:04 WIB

Cara Perusahaan Digital Dorong Adrenalin Karyawan

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: dok. Telkom Foto: dok. Telkom
Jakarta - Perusahaan digital zaman now harus mampu memunculkan adrenalin karyawannya dalam mengejar target, sekaligus menciptakan gairah sebagai perusahaan yang fun saat bekerja.

Herdy Rosadi Harman, Chief Human Capital Officer Telkom Indonesia mengatakan, situasi tersebut hanya akan terjadi apabila budaya perusahaan sudah terbangun dengan baik.

"Sesuai riset global, perusahaan yang fun akan menaikkan pendapatan hingga 160%. Namun budaya perusahaan yang baik harus mampu menciptakan stress pula bagi karyawannya dalam mengejar target," katanya saat membuka kompetisi Finding Culture Heroes di Bandung, Senin (2/7/2018).

Menurut dia, adrenalin karyawan diperlukan karena kinerja perorangan tetap harus didorong dengan kuat, sehingga karyawan akan muncul potensi terbaik serta mimpinya dalam mewujudkan perusahaan digital.

Sekalipun demikian, sambung dia, mengejar mimpi jangan pula menciptakan stress berlebihan bagi karyawan. Sebab, kondisi demikian bisa kontraproduktif yakni karyawan sakit dan atau malas bekerja.



CHCO Telkom menegaskan, perusahaan digital telekomunikasi yang maju juga harus terukur dalam segala aspek. Sebab, segala sesuatu yang terukur akan lebih mudah dikelola oleh para pihak.

Dua parameter hal tersebut adalah raihan indeks Telkom Entropy (budaya perusahaan) dan Telkom Employee Engagement (tingkat kepercayaan pegawai ke perusahaan) pada tahun 2018 ini.

Untuk Telkom Entropy akan dipertahankan di katagori sehat. Sementara Employee Engagement mencapai 75,5% di thn 2017 dan tahun 2018 ditargetkan 80% atau sudah melewati standar indeks industri telekomunikasi nasional yang rata-rata 60%.

Cara Perusahaan Digital Dorong Adrenalin KaryawanFoto: dok. Telkom


"Dengan ukuran, maka HCM (human capital management) perusahaan bisa mengendus apakah budaya sebuah perusahaan digital sudah sampai ke kustomer belum? Impact-nya bagaimana? Hal ini akan membuat semua elemen berusaha berlomba-lomba merebut hati kustomer," sambungnya.

Menurut Herdy, pemikiran itu pula yang melandasi perusahaan selain membuat kompetisi "Finding Culture Heroes", juga ada perlombaan "Indihome Fronliner Competition" yang diselenggarakan di Telkom Corpu Bandung pada hari sama.

"Semua harus dibangun budaya melayani kustomer sebaik mungkin karena strategi bisnis apapun, jika tak disertai pembangunan budaya dan sumber daya manusia-nya, maka tidak akan berjalan. Transformasi budaya juga harus selaras tujuan bisnis perusahaan yang tercermin dari performansi perusahaan," sambungnya.

Pencapaian tersebut membuat HCM Telkom Indonesia telah menjadi sarana studi banding bagi lebih dari 40 perusahaan sebagai centre of excellence yang konsisten menerapkan budaya perusahaan yakni The Telkom Way. Bahkan, dalam acara tersebut hadir 145 tamu dari 77 perusahaan tanah air yang sedang melakukan tranformasi budaya.



VP Human Capital Strategic Management Dharma Syahputra mengatakan, kegiatan "Finding Telkom Group Heroes" digelar keempat kalinya yang akan mencari sembilan pemenang terbaik dari 19 unit peserta.

Pemenang terbaik adalah most admire culture activation (5 pemenang), cultur heroes (2), cultur agent (1), dan cultur booster (1). Adapun dewan juri adalah Mahi Hedi Safina (Direktur Dunamis HCM), Arif Rahmansah (ACT Consulting), Lusi Lubis (Accenture), dan Hesti setianingrum (Hay Group).

"Peserta berasal dari Telkom Group, induk dan anak perusahaan. Proses pencarian ada tiga tahap yakni on desk assesment, site assesment, dan penjurian babak final. Pemenang akan diumumkan 6 Juli ini dalam Telkom Award 2018," pungkasnya. (rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed