Rabu, 06 Jun 2018 15:51 WIB

Bisnis Komputer Toshiba Dijual Rp 498 Miliar ke Sharp

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kantor Sharp. Foto: E Weekly Kantor Sharp. Foto: E Weekly
Jakarta - Keinginan untuk kembali terjun di bisnis PC sudah lama tersimpan di benak Sharp. Perusahaan asal Jepang itu pun berhasil mewujudkannya dengan rencana membeli unit bisnis PC dari Toshiba.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Sharp berencana menerbitkan USD 1,8 miliar saham baru guna membeli saham preferen dari bank-bank. Penerbitan saham baru itu menunjukkan pemulihan kinerja perusahaan usai berada di bawah manajemen Foxconn.

Dilansir dari Reuters, Rabu (6/6/2018) akuisisi bisnis PC Toshiba seharga USD 36 juta atau sekitar Rp 498 miliar menjadi penanda kembalinya Sharp ke pasar yang mereka tinggalkan pada 8 tahun lalu. Mereka sepertinya tetap optimis meski terjadi menurunnya permintaan PC di dunia karena konsumen sekarang telah beralih ke smartphone.



Bila nanti resmi kembali ke bisnis PC, Sharp akan memproduksi perangkat tersebut di pabrik Foxconn agar lebih terjangkau. Sebelumnya, Foxconn juga telah memproduksi TV kepunyaan perusahaan asal Osaka itu. Foxconn memang telah menjadi induk perusahaan Sharp setelah membelinya senilai USD 3,5 miliar di tahun 2016.

"Foxconn adalah produsen PC dan memiliki banyak keahlian dan kapasitas produsksi. Akuisisi ini akan membuktikan katalis lebih lanjut untuk lebih banyak lagi sinergi Sharp dan Foxconn," ujar Hiromi Yamaguchi, analis senior di Euromonitor International.

Dikabarkan, Sharp akan mengambil 80,1% saham di unit bisnis PC Toshiba pada 1 Oktober nanti. Hal ini kemungkinan menandai berakhirnya kiprah Toshiba di bisnis PC.



Toshiba telah bergelut di bidang PC pertama kalinya di dunia pada 1985. Mereka mampu menjual 17,7 juta PC yang puncaknya itu terjadi pada tujuh tahun lalu. Namun, angka tersebut telah menyusut hanya 1,4 juta unit pada tahun kemarin.

Sedangkan, Sharp usai dibeli Foxconn sejak dua tahun lalu, perusahaan ini baru saja membukukan laba bersih tahunan pertamanya dalam empat tahun terakhir. Raihan ini berkat dibantu pemotongan biaya, begitu juga didukung masifnya jaringan penjualan Foxconn di China. (agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed