Senin, 04 Jun 2018 16:50 WIB

Bisnis Virtual dan Augmented Reality Kian Menggiurkan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: detikINET/Adi Fida Rahman Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Permintaan untuk teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) semakin berkembang pesat tahun ini. Berdasarkan proyeksi International Data Corp (IDC), bisnis terkait produk dan layanan kedua teknologi itu bisa menembus USD 27 miliar di 2018.

Pengeluaran untuk belanja kedua teknologi itu juga diperkirakan meningkat hingga 72% selama periode 2017 hingga 2022, seperti dikutip detikINET dari ZDNet, Senin (4/6/2018).

Sektor industri konsumen akan menjadi sumber pengeluaran untuk produk dan layanan AR/VR terbesar dengan perkiraan pengeluaran mencapai USD 53 miliar pada tahun 2022. Kemudian diikuti oleh sektor retail, discrete manufacturing, dan transportasi yang secara total akan menyumbang USD 56 miliar pada tahun 2022.


Untuk penggunaan AR/VR sendiri masih akan didominasi dengan VR gaming, dengan perkiraan pengeluaran mencapai USD 7 miliar pada tahun 2018. Penggunaan AR/VR juga diperkirakan akan merambah sektor baru seperti perawatan infrastruktur publik dan video pendidikan 360 derajat.

Untuk pasar terbesar AR/VR sendiri masih akan dipegang oleh Amerika Serikat, yaitu 99%. Kawasan lain yang diprediksi untuk mengalami pertumbuhan yang sama adalah Timur Tengah, Asia, dan Asia Pasifik.

Sedangkan untuk pasar dengan pengeluaran terbesar akan dipegang oleh Cina. Diperkirakan Cina akan mengeluarkan USD 10,2 miliar dengan pengeluaran terbesar di sektor perangkat, diikuti dengan software VR dan software AR. (jsn/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed